Sabtu, 21/10/2017 15:35 WIB

Kebingungan Austria Terapkan UU Larangan Cadar

Meski begitu sebagian besar warga Austria mematuhi undang-undang baru tersebut sebagai

Ilustrasi wanita kenakan cadar

Berlin - Pemerintah Austria berusaha melarang menggunakan cadar yang menutupi penuh tubuh yang dikenakan beberapa wanita Muslim di negara tersebut. Namun satu sisi lainnya, negara itu   tidak ingin menyebutnya sebagai larangan mengenakan cadar, karena khawatir tuntutan hukum diskriminasi.

Sebagai gantinya, Austria mengajukan undang-undang kontroversial yang melarang semua orang di negara ini untuk menutupi wajah mereka, dengan beberapa pengecualian untuk tujuan medis atau profesional. Kebijakan tersebut berlaku bulan ini, namun tampaknya tidak berfungsi sebagaimana mestinya. 

Meski begitu sebagian besar warga Austria mematuhi undang-undang baru tersebut sebagai "larangan burqa," meskipun ada upaya pejabat mencegahnya.

Selain itu, penargetan penutup wajah tanpa memberi label seperti itu menyebabkan beberapa situasi aneh di Austria. Pihak keamanan tampaknya menerapkan undang-undang baru tersebut terlalu ketat lantara menafsirkan undang-undang tersebut dengan cara yang agak ekstrem.

Petugas menghentikan orang-orang mengenakan syal. Pada Jumat, polisi mendenda seorang pria sekitar USD175 karena mengenakan kostum hiu untuk tujuan promosi di pusat kota Wina. Berita tentang denda tersebut dipublikasikan oleh majikan pria tersebut, dan sejak itu dikonfirmasi oleh pihak berwenang.

"Ia berpakaian seperti boneka binatang dan bukan sebagai teroris," kata Jakob Kattner, seorang eksekutif dengan agen PR. Kattner mengatakan perusahaannya tidak akan mengajukan banding atas denda tersebut, karean mengakui kostum tersebut melanggar surat undang-undang tersebut.

Namun, tercermin kebingungan mengenai undang-undang tersebut, polisi mengatakan Senin (9/10), tuntutan terhadap orang tersebut mungkin akan dibatalkan.

"Undang-undang ini tidak berlaku bagi para profesional yang perlu menutupi wajah mereka karena pekerjaan mereka," kata juru bicara kepolisian Harald Soros, yang mengakui beberapa kekurangan dalam undang-undang tersebut. Beberapa pesepeda dihentikan karena memakai selendang sebagai perlindungan terhadap dingin, Soros membenarkan, namun ia menambahkan bahwa tidak satupun dari mereka didenda.

"Memang benar petugas harus terus berjalan dengan sangat sensitif saat menerapkan undang-undang tersebut. Sebaliknya, setiap kasus harus dipertimbangkan secara individual," katanya.

Sementara itu, pihak berwenang telah mengklarifikasi bahwa Halloween tidak akan terpengaruh oleh undang-undang baru tersebut, demikian Washington Post, Selasa (10/10)

TAGS : Australia Cadar Muslim




TERPOPULER :

TERKINI

Komdis PSSI Kenakan Sanksi Madura United

Madura United oleh PSSI dinilai telah melakukan pelanggar...

SBY Puji Tiga Tahun Pemerintahan Jokowi-JK

Ketua Umum Partai Demokrat SBY menyampaikan ucapan selama...

Bosan Dikambing Hitamkan? Ikuti Tips Ini

Ini langkah-langkah buat kalian yang diperlakukan tidak a...

Kumpulkan Mainan, Wanita Ini Pecahkan Rekor Dunia

Harnes menambahkan koleksinya hampir 2.000 keping, tapi d...

Ketua DPR: Pesantren Merupakan Roh Bangsa Indonesia

Ketua DPR RI Setya Novanto (Setnov) menghadiri Haul ke-28...

Pemahaman Pancasila Bendung Paham Radikal

Pemahaman radikal ini sangat berbahaya sebab paham terseb...

HNW: Komunis Radikalisme Paling Radikal

Sila-sila Pancasila bisa dijadikan alat untuk melaksanaka...

Bantahan Mantan PM Malaysia, "Saya Tak Hina Orang Bugis"

Pernyataan itu membuat Persatuan Perpaduan Rumpun Bugis M...

Wow, Pemakaman Raja Thailand Habiskan Dana Rp1,2 Triliun

Sebuah pemakaman yang mewah akan digelar oleh kerajaan un...

Kendaraan Freeport Ditembaki Orang Tak Dikenal

Penembakan terjadi terhadap kendaraan patroli Security an...

Amerika Akui Senjata Kimia Bukan Perbuatan Assad

AS telah mengakui bahwa serangan senjata kimia Sarin yang...