Sabtu, 22/07/2017 19:50 WIB

Asosiasi Nelayan Demo di Istana, Bukan Kartel Penjegal Susi

Kepala BIN Budi Gunawan (BG) menyatakan ada kekuatan kartel yang ingin menyingkirkan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dari posisi menteri.

Susi Pudjiastuti

Jakarta - Deteksi dini Badan Intelijen Negara (BIN) mengungkap dugaan kartel bisnis perikanan yang berpotensi mengakibatkan terganggunya keamanan. Namun, kekuatan kartel yang disebut Kepala BIN Budi Gunawan ingin menyingkirkan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dari posisi menteri itu bukan dari kalabgan asosiasi nelayan yang belum lama ini berdemo di istana.

Deputi VI Bidang Komunikasi dan Informasi BIN Sundawan Salya mengatakan, pernyataan dari Kepala BIN Budi Gunawan (BG) merupakan hasil deteksi dini BIN terkait kartel perikanan.

"Statement beliau (Kepala BIN), merupakan hasil deteksi dini dan memberikan peringatan dini kepada masyarakat, mari menjadi bagian dari solusi, jangan bagian dari masalah. Kita harus jadi satu menyelesaikan persoalan ini. Jangan sampai ada yang jadi korban. Baik nelayan maupun pemerintah," ujar Sundawan  melalui keterangan tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Sabtu (15/7).

Sebelumnya, Kepala BIN Budi Gunawan (BG) menyatakan ada kekuatan kartel yang ingin menyingkirkan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dari posisi menteri. Bahkan, BG menyebut salah satu serangan balik terhadap Susi adalah dengan demo-demo nelayan beberapa waktu lalu.

Namun, Sundawan menjelaskan bahwa kartel yang disebut bukanlah asosiasi nelayan dan pengusaha di bidang perikanan..

Pada Jumat (14/7) sore puluhan nelayan melakukan pertemuan dengan Badan Intelijen Negara (BIN) di Jakarta. Pertemuan tersebut digelar untuk menjelaskan maksud pernyataan dari Kepala BIN. Pada pertemuan tersebut, Sundawan menegaskan, kewenangan BIN menjaga keamanan. Bukan untuk mendukung siapapun.

Ketua Masyarakat Perikanan Nusantara Ono Surono mengungkapkan, dalam pertemuan tersebut BIN menjelaskan bahwa kartel yang dimaksud BG bukanlah para nelayan yang kemarin melakukan aksi demonstrasi di Istana Negara. "Intinya kami lega, karena yang dimaksudkan bukan kami-kami ini dan bukan nelayan dan bukan stakeholder, pengusaha tapi kekuatan-kekuatan lain," katanya.

Ono mengatakan, pernyataan BG tentang kekuatan kartel yang ingin mengganti Susi membuat mereka resah. Karena, mereka merasa bergerak di bidang perikanan. "Tentunya kita juga ingin mengetahui siapa kartel itu dan perannya. Karena memang isu-su terkait dengan kelautan dan perikanan ini bukan hanya kemarin tapi sudah hampir 3 tahun semenjak Susi menjabat," ujarnya.

Jika asosiasi nelayan yang belum lama di Istana bukan bagian dari kekuatan kartel yang mau menjegal Susi, lantas asosiasi nelayan mana yang dimaksud BG? Siapapun itu, pasti pihak-pihak yang merasa terhambat dengan gebrakan Susi melakukan reformasi di sektor perilanan. Ant

TAGS : Menteri Perikanan Susi Pudjiastuti




TERPOPULER :

TERKINI

Siap-Siap, Pemerintah Ubah Sistem Perkuliahan Pancasila Semester Ini

Pancasila sudah tidak lagi pas jika hanya sebatas dihafal...

Jokowi Jadi Presiden Pertama yang Membuka Kongres Pancasila

Kehadiran Jokowi dalam kegiatan kongres tahun ini merupak...

Konflik Timteng, Iran Siap Buka Dialog dengan Saudi

Teheran siap membuka dialog dengan Arab Saudi untuk menye...

Indonesia Kecam Kekerasan di Masjid Al-Aqsa

Pemerintah Indonesia menolak segala bentuk aksi kekerasan...