Jakarta, Jurnas.com - Gelaran Piala Asia 2027 di Arab Saudi secara resmi ditunda hingga akhir tahun akibat dinamika krisis keamanan regional yang terjadi di kawasan Timur Tengah. Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) mengonfirmasi bahwa turnamen utama tim nasional ini, yang semula dijadwalkan berlangsung dari 7 Januari hingga 5 Februari 2027, kini diundur ke tanggal 23 Desember 2027 hingga 21 Januari 2028.
Keputusan penundaan tersebut diambil usai AFC menggelar diskusi mendalam bersama Komite Penyelenggara Lokal (LOC) dan Federasi Sepak Bola Arab Saudi (SAFF) demi menjamin keselamatan seluruh peserta dan penonton.
Eskalasi keamanan di kawasan tersebut telah menimbulkan dampak luas terhadap sektor penerbangan dan transportasi udara. Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, misalnya, sempat mengalami sedikitnya 20 serangan drone dan rudal dalam kurun 11 hari yang menimbulkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur.
Kondisi ini memicu kekhawatiran besar mengingat Riyadh menjadi kota krusial yang dijadwalkan menggelar 30 dari total 51 pertandingan di lima stadion utama, termasuk partai final di Stadion King Fahd Sports City.
Pertimbangan Logistik dan Pengajuan Jadwal Baru ke FIFA
Dalam rilis resminya, pihak AFC menegaskan bahwa keputusan penundaan ini tidak terelakkan karena adanya hambatan logistik yang cukup kompleks bagi tim-tim peserta serta gangguan perjalanan internasional. Penjadwalan ulang ini dibuat agar seluruh rangkaian kejuaraan dapat berjalan optimal tanpa membahayakan keselamatan para atlet, ofisial, maupun suporter dari berbagai negara Asia.
"Komite Penyelenggara Piala Asia AFC menyetujui penjadwalan ulang turnamen tim nasional unggulan tersebut mengingat keadaan luar biasa yang timbul dari perkembangan di kawasan ini, termasuk kompleksitas logistik yang substansial dan gangguan perjalanan," tulis pernyataan resmi AFC.
AFC juga menyampaikan bahwa penyesuaian kalender kompetisi ini akan segera diajukan ke badan sepak bola dunia untuk mendapatkan ratifikasi resmi. "Tanggal baru turnamen akan diajukan kepada FIFA untuk disetujui," lanjut AFC. Pihak otoritas menekankan kembali pentingnya mengedepankan faktor keselamatan: "Keadaan luar biasa telah tercipta bagi penyelenggaraan dan pelaksanaan Kompetisi sesuai jadwal semula, sehingga penundaan ini diperlukan demi kepentingan semua tim peserta, ofisial, penonton, dan pemangku kepentingan lainnya," tegas AFC.
Kesiapsiagaan Arab Saudi dan Komitmen Penyelenggara
Meski harus mengalami pergeseran jadwal hingga akhir tahun 2027, Pemerintah Arab Saudi bersama panitia lokal menyatakan tetap siap penuh menjalankan peran sebagai tuan rumah turnamen sepak bola bergengsi tersebut. Seluruh persiapan awal, termasuk infrastruktur stadion dan penataan akomodasi, sebenarnya telah rampung sesuai tenggat waktu yang direncanakan untuk bulan Januari.
Ketua LOC Piala Asia 2027, Yasser Al-Misehal, memastikan bahwa perubahan tanggal ini tidak akan mengurangi kualitas penyelenggaraan kompetisi. Pihaknya terus berkomunikasi intensif dengan AFC untuk menyesuaikan rencana operasional lapangan hingga jadwal baru tiba.
"Arab Saudi sepenuhnya siap untuk menjadi tuan rumah Piala Asia AFC. Persiapan kami untuk menyambut tim dan penggemar dari seluruh benua pada bulan Januari telah selesai sesuai dengan rencana yang disetujui, dan kami akan terus bekerja dengan momentum yang sama hingga tanggal baru turnamen pada Desember 2027," kata Yasser Al-Misehal.
Dia menambahkan bahwa fokus utama panitia saat ini adalah menjaga ritme kerja agar edisi Piala Asia di Arab Saudi tetap menjadi salah satu yang terbaik sepanjang sejarah. "Penjadwalan ulang berarti turnamen akan dipindahkan ke tanggal barunya, dan rencana serta persiapan kami berjalan sesuai rencana. Kami bekerja sama erat dengan AFC dan semua mitra untuk memastikan pengalaman organisasi yang komprehensif dan berkualitas tinggi, menghadirkan edisi luar biasa yang sesuai dengan kedudukan Arab Saudi dan Piala Asia," tutup Al-Misehal.






