Jakarta, Jurnas.com - Pertahanan udara Arab Saudi mencegat dan menghancurkan tiga rudal balistik yang diluncurkan kelompok Houthi dari Yaman menuju Provinsi Timur Arab Saudi pada Selasa dini hari.
Insiden itu menambah ketegangan keamanan di kawasan tersebut, setelah koalisi pimpinan Riyadh sebelumnya melaporkan penghancuran tiga drone serta serangan terhadap sejumlah fasilitas rudal Houthi di Yaman.
Koalisi pimpinan Arab Saudi mengumumkan keberhasilan pencegatan tersebut, tetapi tidak merinci sasaran yang dituju rudal maupun menjelaskan apakah terdapat korban jiwa atau kerusakan akibat insiden itu.
Sehari sebelumnya, Senin, koalisi juga menyatakan telah mencegat dan menghancurkan tiga drone di wilayah Riyadh dan Arab Saudi bagian selatan. Namun, pihak koalisi tidak mengungkapkan asal drone maupun sasaran yang diduga hendak diserang.
Rangkaian insiden tersebut menunjukkan meningkatnya aktivitas militer di tengah eskalasi konflik antara Arab Saudi dan kelompok Houthi, yang berlangsung sejak Juli, serta kembali memanasnya pertempuran antara Houthi dan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.
Selain mengumumkan pencegatan rudal dan drone, koalisi pimpinan Arab Saudi juga melaporkan serangan terhadap posisi kelompok Houthi di Yaman.
Dalam operasi tersebut, koalisi menyatakan telah menghancurkan sejumlah peluncur rudal balistik, terowongan penyimpanan, dan sebuah depot rudal milik kelompok tersebut.
Juru bicara koalisi, Turki al-Maliki, mengatakan operasi militer itu bertujuan membongkar jaringan rudal balistik Houthi sekaligus mengganggu jalur pasokan kelompok tersebut.
Penghancuran fasilitas peluncuran dan penyimpanan rudal menjadi bagian dari upaya koalisi untuk mengurangi kemampuan militer Houthi. Meski demikian, koalisi tidak merinci lebih lanjut dampak keseluruhan operasi tersebut terhadap kemampuan kelompok itu.
Perkembangan ini memperlihatkan dua dinamika yang berlangsung bersamaan, yakni upaya pertahanan udara Arab Saudi menghadapi ancaman serangan dan operasi militer koalisi terhadap infrastruktur persenjataan Houthi di Yaman.
Arab Saudi memimpin koalisi militer yang mendukung pemerintah Yaman dalam konflik melawan kelompok Houthi sejak Maret 2015. Sementara itu, Houthi telah menguasai ibu kota Sanaa dan sejumlah wilayah lain di Yaman sejak September 2014.
Konflik tersebut menjadi bagian dari krisis berkepanjangan di Yaman, dengan persaingan kendali wilayah dan pertempuran yang melibatkan pemerintah yang diakui secara internasional serta kelompok Houthi. (*)
Sumber: Anadolu





