Berita

Sindikat Vape Asal Malaysia Divonis Penjara di Singapura

Pengadilan Singapura resmi menjatuhkan sanksi hukuman penjara dan denda finansial terhadap enam pria warga negara Singapura yang menjadi bagian dari sindikat

Singapura, Jurnas.com - Pengadilan Singapura resmi menjatuhkan sanksi hukuman penjara dan denda finansial terhadap enam pria warga negara Singapura yang menjadi bagian dari sindikat distribusi rokok elektronik (vape) ilegal.

Komplotan kejahatan terorganisasi ini diketahui mengimpor pasokan vape secara masif dari Malaysia, dan mengoperasikan dua gudang penyimpanan rahasia di wilayah Singapura.

Dalam sidang putusan yang digelar pada Jumat (23/10), para terdakwa yang terbukti memiliki tingkat keterlibatan berbeda dalam struktur organisasi sindikat dijatuhi hukuman bervariasi.

Sindikat ini dikendalikan dalam sistem hierarki tiga tingkat yang dikomandani oleh pimpinan lokal di bawah kendali seorang pimpinan utama di Malaysia yang hanya dikenal dengan julukan `Nobody`.

Dikutip dari CNA pada Selasa (27/10), terdakwa Tey Ler Wei (30), yang bertindak sebagai pimpinan sindikat tingkat lokal, mendapatkan hukuman paling berat yakni vonis 25 bulan penjara dan denda sebesar 100.000 dolar Singapura.

Sementara itu, Teo Jin Rui (29) yang menduduki posisi pengelola gudang utama di kawasan Lentor dijatuhi sanksi 21 bulan penjara serta denda dengan nominal yang sama sebesar 100.000 dolar Singapura.

Empat anggota sindikat lainnya yang bertindak sebagai distributor area pada tingkatan hirarki paling bawah masing-masing dijatuhi hukuman 10 bulan penjara.

Keempat pria tersebut, yakni Tan Boon Hao (31), Feelix Teo Wang Chye (30), Iu Bing Yuan (38), dan Nigel Khing Yao Zhi (28), juga diwajibkan membayar denda tambahan antara 8.000 hingga 24.000 dolar Singapura.

Berdasarkan fakta persidangan, sindikat ilegal ini telah beroperasi sejak pertengahan tahun 2022 hingga akhirnya berhasil digulung oleh pihak berwenang pada 16 Oktober 2025.

Tey Ler Wei awalnya direkrut sebagai pengantar pesanan area dengan menerima pesanan yang telah dikemas dari gudang lokal untuk diantarkan langsung kepada para pembeli yang memesan melalui figur "Nobody".

Karier Tey di dalam sindikat mengalami peningkatan pesat dari distributor wilayah berpenghasilan rata-rata 5.500 dolar Singapura per bulan menjadi pengelola gudang di Mandai Road dengan gaji 8.000 dolar Singapura per bulan.

Pada Desember 2024, Tey resmi mengambil alih kepemimpinan gudang Mandai Road sebagai pimpinan sindikat lokal dan mengumpulkan total keuntungan pribadi hingga 435.000 dolar Singapura selama bergabung dengan kelompok kejahatan tersebut.

Selain mengelola distribusi internal, Tey juga memperluas jaringan bisnis ilegalnya dengan menjual vape langsung kepada pelanggan melalui agen retseler menggunakan skema bagi hasil 50-50.

Dari penjualan langsung tersebut, Tey mengantongi tambahan penghasilan bersih hingga 18.000 dolar Singapura setiap bulannya sebelum aksi kejahatannya terendus aparat keamanan.

Operasi penggerebekan serentak yang melumpuhkan sindikat ini dilancarkan oleh otoritas Singapura pada 16 Oktober 2025 dengan menyita lebih dari 57.000 unit vape beserta komponen tambahannya di dua lokasi gudang.

Tey sendiri berhasil ditangkap oleh aparat kepolisian seminggu kemudian pada 23 Oktober 2025 untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di muka hukum.

Sebelum vonis keenam terdakwa ini dijatuhkan, dua pimpinan sindikat lokal lainnya yakni Wong Ee Wei dan Kenneth Tan Hong Chang telah lebih dahulu dijatuhi hukuman penjara masing-masing 25 bulan dan 45 bulan.

Di bawah Undang-Undang Kejahatan Terorganisasi Singapura, menjadi anggota kelompok kriminal terorganisasi lokal dapat diancam hukuman penjara hingga lima tahun dan denda maksimal 100.000 dolar Singapura.