Jakarta, Jurnas.com - Mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Martinus Hukom melontarkan sindiran tajam kepada mantan pimpinan Polri terkait kabar dugaan keterlibatan sejumlah oknum anggota kepolisian dalam upaya makar terhadap pemerintah.
Kritik tersebut disampaikan Martinus melalui status WhatsApp. Dia menilai, apabila kabar tersebut benar, peristiwa itu akan menjadi catatan buruk yang belum pernah terjadi dalam sejarah institusi kepolisian dunia.
Martinus bahkan menyebut mantan pimpinan Polri yang tidak disebutkan identitasnya bakal mencatatkan sejarah negatif karena dugaan tindakan makar tersebut.
"Dalam sejarah dunia tidak pernah ada Kepolisian melakukan makar terhadap pemerintah. Tapi kalau desas desus hari ini benar benar ADANYA, yang katanya ada segelincir oknum kepolisian melakukan makar, maka Anda sebagai mantan pemimpin Polri telah merubah sejarah dunia," tulis Martinus, Selasa (3/11).
Dia juga menyindir rekam jejak kepemimpinan mantan petinggi Polri tersebut. Dalam unggahannya, Martinus menggunakan sejumlah istilah keras untuk menggambarkan kemungkinan dampak dari peristiwa yang tengah menjadi perbincangan tersebut.
"Terkorup, terjelek, terusak dan terakhir adalah mencatat untuk pertama kalinya melakukan MAKAR," lanjutnya.
Meski demikian, pernyataan Martinus tersebut disampaikan dalam konteks merespons kabar yang beredar. Dia tidak menyatakan bahwa dugaan makar maupun keterlibatan sejumlah anggota Polri telah terbukti.
Sorotan Martinus ini muncul di tengah ramainya informasi mengenai sejumlah perwira tinggi Polri yang dikabarkan diamankan. Isu tersebut turut memunculkan spekulasi mengenai persoalan internal di tubuh Korps Bhayangkara.
Martinus sendiri merupakan purnawirawan Polri yang memiliki rekam jejak panjang di bidang reserse, intelijen, dan pemberantasan terorisme. Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1991 itu pernah menjabat Kepala Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri sebelum dipercaya memimpin BNN.
Pengalaman panjangnya di institusi kepolisian membuat pernyataan Martinus tersebut menjadi perhatian di tengah mencuatnya berbagai kabar mengenai dugaan persoalan internal Polri.





