London, Jurnas.com - West Ham United resmi mengakhiri masa jabatan manajer Nuno Espirito Santo pada Selasa (3 Nov) akibat tren penampilan buruk di EFL Championship. Keputusan pelepasan ini diambil manajemen klub setelah tim mengalami dua kekalahan kandang secara berturut-turut, termasuk kekalahan mengecewakan dari Southampton serta West Bromwich Albion.
Hasil negatif tersebut membuat klub tertahan di peringkat kedelapan klasemen sementara dalam perjuangan mereka untuk kembali ke kasta tertinggi Liga Premier.
Espirito Santo pertama kali menangani skuad West Ham pada September 2025 saat tim tengah berada dalam situasi sulit. Meski diharapkan mampu membalikkan keadaan, pelatih asal Portugal itu gagal menyelamatkan klub hingga akhirnya terdegradasi ke kasta kedua sepak bola Inggris untuk pertama kalinya sejak 2011.
Mantan pelatih Wolverhampton Wanderers dan Tottenham Hotspur itu sebenarnya sempat membawa harapan saat dinobatkan sebagai Manager of the Month pada September.
Namun, performa tim merosot drastis pada bulan berikutnya hingga dewan direksi klub memutuskan untuk melakukan tindakan tegas. Pihak direksi menyatakan bahwa perubahan di jajaran pelatih sangat diperlukan agar sasaran dan ekspektasi klub dapat kembali berada di jalur yang benar.
Dikutip dari CNA pada Selasa (3/11), manajemen West Ham mengonfirmasi bahwa proses pencarian dan perekrutan pelatih kepala baru saat ini telah resmi dimulai. Klub berambisi mendatangkan sosok yang tepat untuk mengembalikan performa tim ke jalur kemenangan.
Guna mengisi kekosongan posisi pelatih, manajemen menunjuk Mark Noble, Steve Potts, dan Gerard Prenderville sebagai tim pelatih interim. Ketiganya dipercaya untuk memimpin persiapan dan mendampingi skuad menjelang laga krusial EFL Championship mendatang melawan Cardiff City.





