Jakarta, Jurnas.com - Arab Saudi sempat mengaktifkan peringatan darurat di tiga kota pada Senin, 2 November 2026, di tengah meningkatnya ketegangan dengan kelompok Houthi di Yaman. Namun, otoritas pertahanan sipil setempat kemudian menyatakan situasi berbahaya di wilayah tersebut telah berlalu.
Peringatan disampaikan melalui National Early Warning Platform for Emergencies. Tiga kota yang menerima notifikasi tersebut adalah Abha dan Khamis Mushait di wilayah barat daya Arab Saudi, serta Taif di bagian barat negara itu.
Dalam pernyataan terpisah, Saudi Civil Defense mengonfirmasi bahwa ancaman di ketiga wilayah tersebut telah berlalu. Meski demikian, warga diminta tetap mengikuti instruksi petugas dan tidak berkumpul maupun merekam situasi di lokasi.
Otoritas tidak menjelaskan secara terperinci jenis ancaman yang memicu pengaktifan sistem peringatan darurat tersebut. Hingga pernyataan disampaikan, tidak ada laporan mengenai korban jiwa ataupun kerusakan akibat kejadian itu.
Pengaktifan peringatan darurat ini berlangsung ketika ketegangan antara kelompok Houthi dan koalisi pimpinan Arab Saudi yang mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional kembali meningkat.
Arab Saudi memimpin koalisi militer yang terlibat dalam konflik Yaman sejak Maret 2015. Intervensi tersebut dilakukan setelah kelompok Houthi menguasai ibu kota Sanaa dan sejumlah wilayah lain pada 2014. (*)
Sumber: Anadolu





