News

AS Peringatkan Serangan Houthi, Penerbangan Terancam Terganggu

Pemerintah Amerika Serikat (AS) memperingatkan warganya mengenai potensi serangan kelompok Houthi terhadap sejumlah fasilitas di Arab Saudi, termasuk bandara
Ilustrasi serangan Houthi (Foto: Anadolu)

Jakarta, Jurnas.com - Pemerintah Amerika Serikat (AS) memperingatkan warganya mengenai potensi serangan kelompok Houthi terhadap sejumlah fasilitas di Arab Saudi, termasuk bandara. Peringatan itu juga menyoroti kemungkinan penutupan wilayah udara, pembatalan penerbangan, hingga gangguan perjalanan akibat meningkatnya ketegangan yang melibatkan Houthi dan Arab Saudi.

Peringatan keamanan tersebut dikeluarkan Misi AS di Arab Saudi pada Senin. Dalam imbauannya, warga Amerika diminta mencermati perkembangan situasi karena ketegangan berpotensi meningkat dengan cepat dan dampaknya dapat meluas hingga ke luar wilayah yang langsung terdampak konflik.

Misi AS menyebut kelompok Houthi yang didukung Iran telah terlibat dalam permusuhan dengan Arab Saudi, termasuk serangan terhadap bandara sipil dan infrastruktur penting lainnya. Serangan tersebut disebut telah mengakibatkan korban jiwa dari kalangan warga sipil serta gangguan perjalanan yang serius.

"Warga negara AS harus mewaspadai potensi serangan terhadap bandara, penutupan wilayah udara, pembatalan penerbangan, dan gangguan perjalanan. Harap sangat berhati-hati jika memilih menggunakan bandara di Arab Saudi," demikian pernyataan Misi AS.

Peringatan itu tidak hanya berkaitan dengan ancaman keamanan di sekitar lokasi konflik, tetapi juga risiko terhadap perjalanan udara komersial. Penutupan wilayah udara atau pembatalan penerbangan berpotensi mengganggu mobilitas penumpang yang menggunakan bandara di Arab Saudi.

Peringatan Washington muncul di tengah meningkatnya permusuhan antara kelompok Houthi dan koalisi pimpinan Arab Saudi yang mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.

Arab Saudi telah memimpin koalisi militer untuk menghadapi kelompok Houthi sejak Maret 2015. Intervensi tersebut dilakukan setelah Houthi merebut ibu kota Yaman, Sanaa, dan sejumlah wilayah lain pada 2014.

Situasi keamanan tersebut kembali menjadi perhatian setelah Misi AS mengeluarkan peringatan mengenai potensi serangan dan dampaknya terhadap infrastruktur sipil serta penerbangan di Arab Saudi. (*)

Sumber: Anadolu