https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Syarief Hasan Pertanyakan Rencana Indonesia-China Bikin Pabrik Vaksin di Indonesia

Aliyudin Sofyan | Kamis, 26/08/2021 09:25 WIB



Syarief Hasan juga menilai Pemerintah harusnya bisa mengutamakan vaksin buatan dalam negeri. Wakil Ketua MPR, Syarief Hasan. (Foto: MPR)

Jakarta, Jurnas.com - Wakil Ketua MPR, Syarief Hasan mempertanyakan rencana kerjasama Indonesia dan Cina dalam pembangunan pabrik vaksin di Indonesia. Pasalnya, Indonesia memiliki kemampuan dan sumber daya yang memadai untuk mengembangkan vaksin secara mandiri tanpa bergantung terhadap negara lain.

Menurut Syarief Hasan, Pemerintah harus mengurangi ketergantungan terhadap negara lain. "Selama ini, Indonesia banyak bergantung terhadap negara lain khususnya Cina. Indonesia banyak meminjam utang luar negeri dan kini berencana bekerjasama lagi dengan Cina untuk membangun pabrik vaksin yang membuat kita tidak mandiri dan China menguasai pasar vaccine di Indonesia.", ungkap Syarief Hasan.

Syarief Hasan memandang, Pemerintah seharusnya dapat mengoptimalkan BUMN untuk membangun pabrik vaksin sendiri. "Kita memiliki BUMN dan Perusahaan Dalam Negeri yang punya kemampuan membangun pabrik vaksin. Harusnya Indonesia bisa membangun sendiri tanpa bergantung dengan negara lain.", ungkap Syarief Hasan.

Baca juga :
Lestari Moerdijat: Bangun Ekosistem Literasi dengan Langkah Nyata

Syarief Hasan juga menilai Pemerintah harusnya bisa mengutamakan vaksin buatan dalam negeri. "Kita memiliki vaksin buatan dalam negeri yang bisa menyamai vaksin dari luar. Mengapa harus mengembangkan produk dari luar padahal kita memiliki produk vaksin dalam negeri?.", tanya Syarief Hasan.

Pemerintah harus memiliki kebijakan keberpihakan dan membantu pengembangan antara lain vaksin nusantara yang digagas dr. Terawan. "Pemerintah harusnya lebih fokus mengembangkan vaksin merah putih dan membantu pengembangan vaksin nusantara yang digagas oleh dr. Terawan yang murni buatan dalam negeri.", ungkap Syarief Hasan.

Baca juga :
Kemendes Bakal Genjot Desa Wisata di Kawasan Anyer-Carita-Cinangka

Syarief Hasan menyebut, Turki mulai melirik vaksin nusantara milik dr. Terawan. "Kini, Turki mulai melirik vaksin yang digagas dr. Terawan. Bahkan dalam berbagai sumber menyebutkan, mereka berencana akan memesan 52 juta vaksin nusantara. Harusnya vaksin ini yang di kembangkan di Indonesia.", tegas Syarief Hasan.

Syarief Hasan menyebut, kita harus menghargai vaksin dalam negeri. "Kami  mendorong Pemerintah untuk menghargai dan adanya keberpihakan  untuk mengembangkan vaksin buatan dalam negeri,  bukan malah membangun pabrik vaksin bersama Cina. Kita punya kemampuan dan sumber daya yang tidak kalah dengan produk yang dari luar.", tutup Syarief Hasan.

Baca juga :
MPR Dorong Nasionalisme Generasi Muda Lewat LKBB-PB NTB 2026 di Mataram
Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kinerja MPR Syarief Hasan Vaksin Dalam Negeri Cina

Terpopuler

Senin, 06/07/2026 17:15 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Swiss vs Kolombia

Selasa, 07/07/2026 06:06 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Inggris vs Norwegia

Minggu, 05/07/2026 20:30 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Portugal vs Spanyol

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777