https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Taspen Diminta Perkuat Tata Kelola Sebelum Gelontorkan Investasi Besar

Samrut Lellolsima | Rabu, 08/07/2026 14:48 WIB



Harus hati-hati karena investasinya cukup besar, dikhawatirkan akan menjadi masalah hukum di masa depan. Anggota Komisi VI DPR RI, Rizal Bawazier. (Foto: Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Anggota Komisi VI DPR RI Rizal Bawazier menyoroti rencana investasi PT Taspen (Persero) senilai Rp1,8 triliun untuk pembelian produk obligasi di pasar keuangan. Ia mengingatkan agar kebijakan tersebut dilakukan secara hati-hati karena berpotensi menimbulkan persoalan hukum apabila tidak disertai instrumen investasi yang jelas serta pengawasan yang kuat.

Menurut Rizal, nilai investasi yang besar harus dipastikan memiliki dasar perencanaan yang matang, mengingat Taspen sebelumnya juga mengalami kerugian akibat investasi.

Baca juga :
KPK Periksa Ketua DPRD Kuansing Terkait Kasus Bupati Suhardiman Amby

“Harus hati-hati karena investasinya cukup besar, dikhawatirkan akan menjadi masalah hukum di masa depan. Sebagai contoh tahun 2025 saja PT Taspen sudah mengalami kerugian akibat investasi yang tidak jelas,” kata Rizal dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI bersama Direktur Utama PT Taspen dan PT ASABRI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (8/7).

Politikus PKS itu menilai pengajuan investasi sebesar Rp1,8 triliun sebaiknya mendapat persetujuan pemerintah sebagai bentuk pengawasan terhadap pengelolaan dana perusahaan. Langkah tersebut dinilai penting untuk meminimalkan risiko kerugian yang telah dihadapi Taspen dalam beberapa tahun terakhir.

Baca juga :
Legislator PKB Dukung Langkah Danantara Benahi Tata Kelola PT Pos Indonesia

Ia pun mempertanyakan apakah Kementerian Keuangan maupun Bank Indonesia telah memberikan pertimbangan atas rencana investasi tersebut.

“Apakah Menteri Keuangan atau Bank Indonesia yang sudah lebih dulu memberikan masukan terkait investasi ini. Namun jika tujuannya untuk menyehatkan keuangan perusahaan memang harus didukung, dengan catatan harus melalui persetujuan dan tidak diambil secara sepihak,” ujarnya.

Baca juga :
Sudah Tahu Belum Daftar Orang yang Termasuk Mahram dalam Islam?

Selain menyoroti aspek investasi, Rizal meminta Taspen melakukan pembenahan menyeluruh dalam pelayanan kepada peserta. Menurutnya, perusahaan yang telah berdiri lebih dari lima dekade itu harus berani melakukan perubahan, sekaligus memastikan tata kelola perusahaan berjalan secara bersih dan bebas dari praktik suap.

“Kita tidak ingin nasabah merasa dirugikan karena uang yang selama ini dikumpulkan malah dibuat untuk investasi,” katanya.

Rizal juga mendorong Taspen menyederhanakan proses pengajuan klaim serta memperluas kerja sama dengan mitra pembayaran pensiun agar pelayanan kepada peserta semakin mudah dan cepat.

Saat ini, jumlah peserta Taspen tercatat mencapai sekitar 6,7 juta orang, terdiri atas sekitar 3,5 juta ASN aktif dan 3,2 juta peserta pensiunan. Menurut Rizal, besarnya jumlah peserta tersebut harus diimbangi dengan peningkatan kualitas layanan serta pengelolaan dana yang transparan dan akuntabel.

 

 

 

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Warta DPR Komisi VI Rizal Bawazier PT Taspen investasi Rp1 8 triliun tata kelola

Terpopuler

Senin, 06/07/2026 17:15 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Swiss vs Kolombia

Selasa, 07/07/2026 06:06 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Inggris vs Norwegia

Minggu, 05/07/2026 20:30 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Portugal vs Spanyol

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777