https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Catatan di Masa Lalu, Pelajaran Hadapi Masa Depan

Aliyudin Sofyan | Selasa, 27/04/2021 18:57 WIB



Irman Gusman sampai menggarisbawahi bahwa di Indonesia masih terjadi perselingkungan antara hukum dan politik. Ketua MPR, Bambang Soesatyo menerima Ketua DPD RI ke-2 Irman Gusman, bersama pengurus KAHMI, di Jakarta, Selasa (27/4/21). (Foto: MPR)

Jakarta, Jurnas.com - Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) menerima buku `Menyibak Kebenaran. Drama Hukum, Jejak Langkah dan Gagasan Irman Gusman` yang ditulis Pitan Daslani.

Berisi laporan pandangan mata seorang wartawan yang menggunakan optik jurnalisme dan hak asasi manusia dalam merangkum berbagai peristiwa dan jejak langkah serta gagasan orisinil dari seorang tokoh yang memegang amanah sebagai Ketua DPD RI ke-2, Irman Gusman.

Buku ke-3 dari serial eksaminasi terhadap putusan perkara Irman Gusman tersebut rencananya akan diluncurkan pada 20 Mei 2021, di Jakarta.

Baca juga :
Pidato Prabowo soal Dolar AS Jangan Jadi Alat Propaganda Politik

"Para generasi muda, khususnya yang berminat di bidang hukum patut mendalaminya. Sehingga bisa dijadikan sebagai bahan kajian akademik untuk studi kasus dan pembelajaran seputar mekanisme penegakan hukum," ujar Bamsoet usai menerima Ketua DPD RI ke-2 Irman Gusman, bersama pengurus KAHMI, di Jakarta, Selasa (27/4/21).

Bamsoet menjelaskan, dalam buku tersebut terlihat berbagai kegelisahan Irman Gusman terhadap berbagai upaya penegakan hukum yang seringkali dinilai menyimpang dari asas, norma, prosedur, dan aturan hukum yang berlaku.

Baca juga :
Lestari Moerdijat: Bangun Ekosistem Literasi dengan Langkah Nyata

Bahkan Irman Gusman sampai menggarisbawahi bahwa di Indonesia masih terjadi perselingkungan antara hukum dan politik. Perselingkuhan itulah yang menurut dirinya membawanya dalam drama spektakuler hingga menjatuhkannya dari kursi Ketua DPD RI.

"Buku ini juga memuat renungan Irman Gusman mengenai berbagai kebijakan negara yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat kecil, sehingga menyebabkan jurang kesenjangan sosial semakin lebar. Buku ini juga menjadi gambaran bahwa sekalipun badannya Irman Gusman berada dalam tahanan, namun pikirannya tetap terbang bebas. Tak heran jika selama dalam tahanan, ia melahirkan banyak ide dan gagasan," jelas Bamsoet.

Baca juga :
Mengenal Sosok Abdul Malik Fadjar, Pencetus Hari Buku Nasional di Indonesia

Bamsoet menerangkan, setelah bebas, sosok Irman Gusman tetap diterima dengan hangat di berbagai kalangan. Ia termasuk tokoh yang mensukseskan pencalonan La Nyalla Mattalitti menjadi Ketua DPR RI. Ia juga menghadiri pelantikan Presiden Joko Widodo - Wakil Presiden KH Maruf Amin. Bahkan juga aktif mengisi webinar yang dilakukan berbagai komunitas.

"Setiap orang punya catatan dan sejarah masa lalunya masing-masing. Terpenting adalah bisa mengambil hikmah. Berbagai hal yang terjadi di masa lalu, adalah pelajaran berharga dalam menghadapi masa depan," pungkas Bamsoet.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kinerja MPR Bambang Soesatyo Irman Gusman Buku Politik

Terpopuler

Selasa, 07/07/2026 06:06 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Inggris vs Norwegia

Selasa, 07/07/2026 04:04 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Prancis vs Maroko

Rabu, 08/07/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Spanyol vs Belgia

Selasa, 07/07/2026 11:44 WIB
Olahraga

Persib Resmi Lepas Andrew Jung dengan Harga Fantastis

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777