Ilustrasi - kalender bulan Juli 2026 (Foto: Kementerian Agama)
Jakarta, Jurnas.com - Tanggal 10 Juli bukan sekadar lembaran biasa dalam kalender tahunan.
Dari masa ke masa, hari ke-191 dalam kalender Gregorian (atau hari ke-192 pada tahun kabisat) ini telah menjadi saksi bisu berbagai peristiwa besar yang mengubah peta politik, sains, hingga lanskap lingkungan global.
Tanggal 10 Juli 1584 menandai salah satu pembunuhan politik pertama yang menggunakan senjata api dalam sejarah modern.
William I dari Oranye (yang dijuluki William the Silent), pemimpin utama Pemberontakan Belanda melawan penjajahan Spanyol, ditembak mati di rumahnya di Delft oleh Balthasar Gerard.
Kematian William sempat mengguncang perjuangan kemerdekaan Belanda, namun ia tetap dikenang sebagai Bapak Bangsa Belanda (Vader des Vaderlands).
Pada tanggal 10 Juli 1856 adalah hari kelahiran Nikola Tesla, penemu genius keturunan Serbia-Amerika di Smiljan (sekarang Kroasia).
Kontribusinya dalam merancang sistem listrik arus bolak-balik (AC) mengubah peradaban manusia dan membuka era elektrifikasi massal. Di era modern, tanggal kelahirannya ini diabadikan secara global sebagai Hari Kemerdekaan Energi Sedunia.
Dari arsip Perang Dunia II, media BBC History mencatat bahwa tanggal 10 Juli 1940 merupakan hari pertama pecahnya Pertempuran Britania.
Angkatan Udara Jerman (Lufthansa) meluncurkan serangan udara besar-besaran ke wilayah perairan dan pelabuhan Inggris. Pertempuran sengit di udara ini berlangsung selama beberapa bulan dan menjadi upaya gagal Adolf Hitler untuk menginvasi Inggris.
Setelah lebih dari 300 tahun berada di bawah kekuasaan kolonial Britania Raya, Kepulauan Bahama resmi mendeklarasikan kemerdekaannya penuh pada 10 Juli 1973.
Negara kepulauan di Karibia ini resmi bergabung sebagai anggota Persemakmuran (Commonwealth) ke-33, dengan Sir Lynden O. Pindling sebagai perdana menteri pertamanya.
Sebuah skandal internasional yang mengguncang dunia lingkungan terjadi pada 10 Juli 1985. Kapal legendaris milik organisasi lingkungan Greenpeace, Rainbow Warrior, dibom dan ditenggelamkan oleh agen rahasia Prancis (DGSE) saat bersandar di pelabuhan Auckland, Selandia Baru.
Kapal tersebut sedianya tengah bersiap memimpin protes terhadap uji coba nuklir Prancis di Atol Mururoa. Peristiwa ini menewaskan seorang fotografer bernama Fernando Pereira.
Kamis, 09/07/2026 20:45 WIB
Kamis, 09/07/2026 20:43 WIB