Ilustrasi - Salat Istikharah (Foto: AI)
Jakarta, Jurnas.com - Dalam menjalani kehidupan, manusia sering kali dihadapkan pada persimpangan jalan yang menuntut pengambilan keputusan besar.
Mulai dari urusan jodoh, karier, pendidikan, hingga pilihan hidup lainnya. Di saat hati dirundung keraguan, Islam memberikan jalan keluar yang indah melalui salat dan doa istikharah.
Istikharah secara bahasa berarti meminta kebaikan atau petunjuk untuk memilih yang terbaik di antara dua hal.
Melalui amalan ini, seorang hamba memasrahkan hasil akhir urusannya kepada Allah SWT, Zat Yang Maha Mengetahui masa depan.
Tata Cara Singkat Salat Istikharah
Sebelum memanjatkan doa, umat Muslim dianjurkan untuk melaksanakan salat sunah istikharah terlebih dahulu sebanyak 2 rakaat.
Salat ini bisa dikerjakan kapan saja, namun waktu sepertiga malam terakhir dinilai sebagai waktu yang paling mustajab.
Setelah salam, barulah kita membaca selawat, memuji Allah SWT, dan memanjatkan doa istikharah dengan khusyuk sambil membayangkan pilihan atau urusan yang sedang dihadapi.
Berikut ini teks doa istikharah sesuai dengan hadis sahih riwayat Imam Bukhari:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلَا أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلَا أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ خَيْرٌ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي فَاقْدُرْهُ لِي وَيَسِّرْهُ لِي ثُمَّ بَارِكْ لِي فِيهِ وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ شَرٌّ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي فَاصْرِفْهُ عَنِّي وَاصْرِفْنِي عَنْهُ وَاقْدُرْ لِي الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِي بِهِ
Allahumma inni astakhiruka bi `ilmika, wa astaqdiruka bi qudratika, wa as-aluka min fadhlikal `azhim. Fa innaka taqdiru wa laa aqdiru, wa ta`lamu wa laa a`lamu, wa anta `allamul ghuyub. Allahumma in kunta ta`lamu anna hadzal amra khairun lii fii diinii wa ma`aashii wa `aaqibati amrii faqdurhu lii, wa yassirhu lii, tsumma baarik lii fiihi. Wa in kunta ta`lamu anna hadzal amra syarrun lii fii diinii wa ma`aashii wa `aaqibati amrii fashrifhu `annii washrifnii `anhu waqdur liyal khaira haitsu kaana tsumma ardhinii bihi.
Artinya:
"Ya Allah, sesungguhnya aku meminta pilihan yang terbaik kepada-Mu dengan ilmu-Mu, aku memohon kekuatan dengan kekuatan-Mu, dan aku meminta keutamaan-Mu yang besar. Karena sesungguhnya Engkau Maha Kuasa sedangkan aku tidak kuasa, Engkau Maha Mengetahui sedangkan aku tidak mengetahui, dan Engkaulah Yang Maha Mengetahui hal-hal yang gaib."
"Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini (sebutkan pilihan/urusan Anda) baik bagiku dalam agamaku, kehidupanku, dan akibat urusanku, maka takdirkanlah ia untukku, mudahkanlah jalannya bagiku, lalu berkahilah aku di dalamnya."
"Dan jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini buruk bagiku dalam agamaku, kehidupanku, dan akibat urusanku, maka jauhkanlah urusan itu dariku dan jauhkanlah aku darinya. Takdirkanlah kebaikan bagiku di mana pun berada, kemudian jadikanlah hatiku rida menerimanya."