Kebakaran hutan di Almeria, Spanyol (Foto: Anadolu Agency via DW)
Madrid, Jurnas.com - Gelombang panas ekstrem yang melanda wilayah selatan Spanyol, Almeria, memicu insiden kebakaran hutan mematikan. Pada Jumat (10/7), pemerintah mengonfirmasi bahwa setidaknya 12 orang dilaporkan tewas akibat bencana ini.
Hingga Kamis malam, enam korban jiwa tercatat di Bedar, dengan kondisi beberapa jasad yang ditemukan masih terjebak di dalam kendaraan. Melalui pernyataan resmi pada Jumat pagi, pemerintah daerah Andalusia menyampaikan bahwa enam jenazah tambahan kemudian kembali dievakuasi di area Los Gallardos.
Menteri Kepresidenan, Kesehatan, dan Keadaan Darurat Andalusia, Antonio Sanz, mendeskripsikan peristiwa mengerikan ini sebagai tragedi yang belum pernah terjadi sebelumnya.
"Tidak ada kata-kata untuk rasa sakit seperti itu. Ini adalah berita yang mengerikan, dan hari ini hati seluruh warga Andalusia sedang berduka," ujar Sanz dikutip dari DW.
Melalui sebuah unggahan di platform X, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez juga turut mengutarakan dukacita yang mendalam atas banyaknya korban jiwa yang berjatuhan.
Di saat yang bersamaan, Sanz memperingatkan masyarakat untuk terus menjauhi zona terdampak dan menghindari tindakan yang membahayakan diri. Dia juga meminta warga agar selalu berkoordinasi dengan petugas darurat guna mencari rute evakuasi yang paling aman.
"Prioritas mutlak saat ini adalah menyelamatkan nyawa, dan itulah yang sedang diupayakan tanpa lelah oleh seluruh layanan operasional," dia menambahkan.
Sebagian penduduk yang mengalami luka-luka telah mendapatkan perawatan medis. Mayoritas dari mereka menderita luka bakar ringan serta kendala pernapasan yang dipicu oleh paparan asap kebakaran yang tebal.
Guna menjinakkan amukan si jago merah yang terus merambat, pemerintah telah mengerahkan sekitar 150 personel dari unit darurat militer.
Personel bahu-membahu dengan 150 petugas pemadam kebakaran lainnya, yang juga dibantu oleh lima unit truk damkar, para teknisi spesialis penanganan api, serta kelengkapan unit medis di lapangan.
Tindakan evakuasi juga telah diberlakukan bagi warga yang bermukim di sejumlah titik rawan, meliputi Almocaizar, Fuente del Albarico, Los Pinos, La Serena, dan El Pinar.
Sebelumnya, beberapa saksi mata menuturkan kepada petugas bahwa titik api kemungkinan bersumber dari kabel listrik yang terputus dan terjatuh, yang kemudian menyambar rerumputan kering di sekitarnya.
Kendati demikian, otoritas terkait hingga kini belum mengonfirmasi secara resmi mengenai kemungkinan penyebab itu yang menjadi pemicu utama kebakaran.
Diketahui, Spanyol beserta sejumlah negara Eropa lainnya memang tengah dikepung oleh gelombang panas yang sangat menyengat.
Lonjakan suhu yang ekstrem ini bahkan telah memicu dikeluarkannya peringatan cuaca level oranye dalam beberapa hari ke belakang. Status itu merupakan tingkat siaga tertinggi kedua yang mengindikasikan adanya bahaya yang sangat signifikan.
Suhu udara yang terik tersebut mengakibatkan vegetasi darat menjadi sangat kering, yang otomatis melipatgandakan risiko perluasan area kebakaran hutan.