https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Bamsoet Ingatkan Rendahnya Kemampuan UMKM Tembus Pasar Ekspor

Aliyudin Sofyan | Sabtu, 26/12/2020 19:53 WIB



Jika UMKM hanya terfokus pada pasar domestik dan mengabaikan potensi pasar global yang besarnya sekitar 28 kali lipat pasar domestik, sama saja menyia-nyiakan berbagai peluang yang tersedia di pasar global. Ketua MPR, Bambang Soesatyo bertemu dengan pengusaha Bali, Ajik Krisna, di Bali, Sabtu (26/12/20). (Foto: MPR)

Bali, Jurnas.com - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengingatkan salah satu tantangan yang dihadapi sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) adalah rendahnya kemampuan UMKM menembus pasar ekspor.

Saat ini kemampuan UMKM menembus pasar ekspor hanya sebesar 14 persen. Jika UMKM hanya terfokus pada pasar domestik dan mengabaikan potensi pasar global yang besarnya sekitar 28 kali lipat pasar domestik, sama saja menyia-nyiakan berbagai peluang yang tersedia di pasar global.

"Kemampuan daya saing UMKM Tanah Air juga masih belum optimal. Karena jumlah yang mampu beradaptasi dan terhubung dengan ekosistem digital baru sekitar 13 persen. Padahal, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) melaporkan hingga kuartal II 2020, tingkat penetrasi internet di Indonesia mencapai 73,7 persen. Artinya, ada sekitar 196,7 juta jiwa penduduk Indonesia telah dapat menggunakan akses internet," ujar Bamsoet usai bertemu dengan pengusaha Bali, Ajik Krisna, di Bali, Sabtu (26/12/20).

Baca juga :
PBB: Blokade Selat Hormuz Picu Krisis Pangan Global

Bamsoet menjelaskan, hampir 96 persen pelaku usaha di Indonesia bergerak di sektor UMKM. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah UMKM di Indonesia mencapai 64,19 juta unit, menyerap 97 persen dari total tenaga kerja. Kontribusinya terhadap produk domestik bruto sangat besar, mencapai 60 persen.

"Ironisnya, menurut survei Asian Development Bank (ADB) pada 16 September 2020, sebesar 48,8 persen UMKM di Indonesia terpaksa gulung tikar. Kondisi ini diperparah oleh lingkungan bisnis permintaan domestik yang turun hingga 30,5 persen," jelas Bamsoet.

Baca juga :
Lembaga HAM Israel Beberkan Lokasi Penahanan Jurnalis Indonesia

Karenanya, Bamsoet berharap pemerintah mampu membangun iklim usaha yang dapat mendorong lahirnya inovasi baru. Mengingat Indeks Inovasi Global (Global Innovation Index) menempatkan Indonesia pada posisi ke-85 dari 131 ekonomi negara di dunia. Posisi ini belum mengalami peningkatan sejak tahun 2018.

"Artinya, diperlukan langkah kreatif sebagai stimulus mendorong lahirnya inovasi baru di Tanah Air. Karena tanpa inovasi, UMKM hanya akan bergerak ditempat, atau bahkan lambat laun bisa tergulung roda zaman," pungkas Bamsoet.

Baca juga :
Studi Global Ingatkan Konservasi Alam Tak Bisa Abaikan Warga Lokal
Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kinerja MPR Bambang Soesatyo UMKM Global

Humanika

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777