https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Perundingan Baru, AS Tuntut Iran Bebaskan Selat Hormuz

Mutiul Alim | Minggu, 12/07/2026 06:15 WIB



Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi dan kompatriotnya dari Oman membahas pengaturan perlintasan yang aman bagi kapal-kapal yang melalui Selat Hormuz Ilustrasi peta Selat Hormuz (Foto: Aljazeera)

Dubai, Jurnas.com - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi dan kompatriotnya dari Oman membahas pengaturan perlintasan yang aman bagi kapal-kapal yang melalui Selat Hormuz, di saat Amerika Serikat (AS) menuntut komitmen publik untuk transit yang bebas dan aman.

Presiden AS Donald Trump pada 10 Juli lalu mengatakan AS dan Iran telah sepakat untuk melanjutkan pembicaraan, meskipun terjadi eskalasi permusuhan pekan ini, seraya juga mendeklarasikan berakhirnya gencatan senjata antara kedua negara. Meski demikian, tidak ada laporan serangan pada tanggal 10 atau 11 Juli.

Seorang sumber senior Iran mengatakan kepada Reuters bahwa Iran, AS, Qatar, dan Pakistan telah sepakat untuk bernegosiasi melalui panggilan telepon yang sedang diupayakan oleh para mediator pada Sabtu (11/7) saat Araqchi berada di Oman. Belum diketahui secara pasti apakah upaya tersebut membuahkan hasil.

Baca juga :
Lalu Lintas Selat Hormuz Menurun Imbas Bentrokan AS vs Iran

"Araqchi dan Menteri Luar Negeri Oman Sayyid Badr Albusaidi bertukar pandangan mengenai mekanisme yang tepat untuk jalur aman kapal-kapal melalui Selat Hormuz, sesuai dengan kesepakatan gencatan senjata," demikian pernyataan dari Menteri Luar Negeri Iran, dikutip dari Reuters pada Minggu (12/7).

Kantor berita negara Oman kemudian menyebutkan bahwa para negosiator Oman dan Iran akan melanjutkan pembicaraan di tingkat teknis dan politik.

Baca juga :
Tegas, Oman Takkan Pungut Tarif saat Transit di Selat Hormuz

Oman membantu memediasi untuk mengakhiri perang yang telah mengganggu stabilitas Teluk dan menaikkan harga-harga di seluruh dunia sejak AS dan Israel melancarkan serangan udara terhadap Iran pada 28 Februari.

Sekitar seperlima pasokan minyak dunia transit melalui Selat Hormuz sebelum perang, dan blokade efektif Iran atas jalur air tersebut telah menyebabkan lonjakan harga energi, yang pada akhirnya memicu inflasi global.

Baca juga :
Oman Buka Rute Darurat dekat Selat Hormuz tanpa Tarif

Amerika Serikat menuntut agar Iran menyatakan secara terbuka bahwa mereka akan menghentikan serangan terhadap kapal-kapal di selat tersebut, dan bahwa semua jalur akan dibuka tanpa pungutan biaya melalui jalur air itu.

CNN melaporkan bahwa Oman telah membuat rancangan proposal untuk selat tersebut, termasuk navigasi bebas melalui koridor selatannya di perairan teritorial Oman.

Rencana itu mengharuskan kapal-kapal yang melintasi koridor utara melalui perairan teritorial Iran untuk mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari Iran, meskipun tidak akan dikenakan biaya, menurut laporan CNN.

Tiga kapal tanker komersial Qatar dan Arab Saudi diserang pada awal pekan, yang mendorong AS untuk menggempur situs-situs Iran, dan Iran kemudian merespons dengan serangan ke pangkalan militer AS di negara-negara Teluk.

Araqchi menuduh AS melanggar perjanjian gencatan senjata, sementara AS mencabut lisensi yang mengizinkan penjualan minyak mentah Iran pada 7 Juli setelah kapal-kapal itu diserang.

"Hanya bisa ada kepatuhan timbal balik," tulis Araqchi di platform X.

Meskipun Iran belum mengklaim bertanggung jawab atas serangan kapal tersebut, para analis mengatakan Teheran menggunakan tindakan semacam itu untuk mendapatkan posisi tawar dalam negosiasi.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Blokade Selat Hormuz Perundingan AS-Iran Jalur Vital Pelayaran

Humanika

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777