Peneliti menemukan pelemahan AMOC justru memperkuat badai (Foto: Earth)
Jakarta, Jurnas.com - Pelemahan salah satu arus laut terpenting di Bumi ternyata dapat memicu perubahan cuaca ekstrem jauh dari Samudra Atlantik.
Penelitian terbaru menemukan perlambatan Atlantic Meridional Overturning Circulation (AMOC) berpotensi memperkuat badai di sejumlah wilayah dunia, termasuk pesisir California, sekaligus mengurangi salju yang menopang lapisan es Greenland.
Dikutip dari Earth, penelitian yang dipimpin ilmuwan University of California, Riverside (UCR) menunjukkan bahwa dampak perlambatan AMOC tidak hanya terjadi di Samudra Atlantik, tetapi menjalar melalui atmosfer hingga memengaruhi pola badai ribuan kilometer jauhnya.
Selama ini AMOC dikenal sebagai "sabuk konveyor" raksasa yang mengangkut panas dari wilayah tropis menuju Atlantik Utara dan berperan penting dalam menjaga keseimbangan iklim global.
"AMOC merupakan komponen besar dalam sistem iklim dunia dan saat ini memang terus melemah. Yang belum dipahami sebelumnya adalah bagaimana pelemahan itu memengaruhi kelembapan atmosfer dan badai di luar Atlantik," kata penulis utama studi, Mohima Mimi.
Melalui simulasi iklim, para peneliti menemukan pelemahan AMOC justru memperkuat badai yang menuju pesisir barat Amerika Utara, terutama California.
Di sisi lain, Greenland dan kawasan Arktik diperkirakan akan mengalami lebih sedikit badai. Dampaknya, curah salju yang selama ini membantu mempertahankan lapisan es Greenland juga diproyeksikan ikut berkurang.
Menurut tim peneliti, perubahan tersebut terjadi karena pelemahan AMOC mengubah suhu permukaan laut sehingga memengaruhi kemampuan atmosfer menyimpan uap air.
Perubahan itu kemudian memperkuat angin di lapisan atas atmosfer yang mengendalikan jalur badai di Belahan Bumi Utara.
Akibatnya, badai mampu membawa lebih banyak uap air menuju pantai barat Amerika dalam bentuk atmospheric river atau sungai atmosfer, yakni jalur panjang uap air yang mengalir dari daerah tropis ke lintang tinggi.
Atmospheric river selama ini menjadi sumber utama pasokan air bagi California. Namun ketika intensitasnya meningkat, ancaman banjir besar, longsor, dan kerusakan infrastruktur juga ikut bertambah.
Penelitian juga menemukan peningkatan atmospheric river berpotensi terjadi di pesisir timur Amerika Selatan dan sekitar Antarktika.
Sebaliknya, Greenland diperkirakan menerima lebih sedikit badai dan salju, yang berpotensi memengaruhi keseimbangan lapisan es di wilayah tersebut.
Seluruh proyeksi dalam studi ini menggunakan skenario emisi gas rumah kaca yang tinggi hingga akhir abad. Para peneliti menilai pengurangan emisi karbon dapat membantu memperlambat pelemahan AMOC sehingga risiko cuaca ekstrem di masa depan juga dapat ditekan.
Studi tersebut dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications. (*)
Sabtu, 11/07/2026 21:59 WIB