Menlu RI Sugiono bertemu Menlu Abbas Araghchi di Kota Mashhad, Iran. (Foto: Kemlu)
Jakarta, Jurnas.com - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono memberikan penghormatan terakhir kepada mendiang pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei di tempat peristirahatan terakhirnya di Mashhad, Iran, Jumat (10/7).
“Indonesia akan mengenang Yang Mulia (Ali Khamenei) sebagai ulama Islam yang dihormati dan tokoh penting dalam persahabatan abadi antara Indonesia dan Iran,” kata Menlu Sugiono dalam akun resmi Menlu RI di X.
Ia juga mengatakan persahabatan abadi Indonesia dan Iran akan terus dibangun atas dasar saling menghormati dan saling mendukung di saat-saat berkabung.
Sementara itu, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Ahmad Muzani di akun Instagram-nya mengatakan delegasi RI yang menghadiri upacara pemakaman tersebut disambut oleh Penjaga Utama Makam Suci Imam Reza, Ayatollah Ahmad Marvi.
Menurut dia, makam Khamenei berdekatan dengan makam Imam Reza yang merupakan salah satu imam ke-8 bagi keyakinan umat Islam Syiah Iran.
Ia menuturkan, masyarakat Iran menganggap Kompleks Makam Suci Imam Reza di Mashhad sebagai salah satu tempat suci yang sering dikunjungi peziarah dari berbagai negara.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengatakan kunjungan Menlu RI dan Ketua MPR RI ke Iran untuk memberikan penghormatan kepada mendiang pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei serta menguatkan hubungan bilateral.
"Kunjungan tersebut adalah untuk memenuhi undangan dari Pemerintah Iran dalam rangka penghormatan terhadap Ayatollah Ali Khamenei, mendiang pemimpin tertinggi Iran,” kata juru bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang, Kamis (9/7).
Yvonne menuturkan delegasi RI juga akan bertemu Menlu Iran Abbas Araghchi dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf.
Pertemuan bilateral antara Sugiono dan Araghchi untuk semakin memperkuat hubungan bilateral Indonesia-Iran, memperdalam kerja sama di berbagai bidang prioritas, serta mempercepat koordinasi kedua negara dalam menghadapi berbagai tantangan regional dan global, kata Yvonne.
Sementara itu, pertemuan antara Muzani dan Ghalibaf bertujuan memperkuat kemitraan antarparlemen serta kerja sama antara masyarakat kedua negara. (Ant)
Sabtu, 11/07/2026 21:59 WIB