Relawan di tengah gempa Venezuela (Foto: AFP)
Caracas, Jurnas.com - Jumlah korban tewas akibat gempa bumi beruntun yang menghancurkan di Venezuela bulan lalu telah melampaui 4.300 orang. Demikian keterangan Presiden Majelis Nasional, Jorge Rodriguez pada Sabtu (11/7).
Rodriguez yang merupakan saudara laki-laki dari presiden sementara Delcy Rodriguez, menyebutkan jumlah korban tewas mencapai 4.333, naik dari 4.118 pada Jumat lalu.
Pada 24 Juni, gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 melanda Caracas dan negara bagian pesisir La Guaira, meratakan seluruh blok apartemen bertingkat tinggi menjadi lapisan tumpukan puing.
Kamp-kamp untuk keluarga yang kehilangan tempat tinggal telah bermunculan di stadion, alun-alun, dan trotoar. Lebih dari 19.000 orang saat ini tinggal di kamp-kamp tersebut, menurut keterangan Rodriguez.
Para relawan Venezuela maupun asing memberikan perawatan medis di tenda-tenda yang didirikan di area terbuka serta membagikan makanan, dikutip dari AFP pada Minggu (12/7).
Rodriguez tidak menyebutkan berapa banyak orang yang masih belum ditemukan, tetapi Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan bahwa 50.000 orang masih dinyatakan hilang.
Dia menolak gagasan bahwa pemerintah akan menangguhkan pencarian jenazah, di tengah kekhawatiran pihak keluarga bahwa puing-puing akan dibersihkan secara sembarangan.
Perkiraan awal pemerintah menunjukkan bahwa sekitar 25.000 rumah akan dibutuhkan untuk menampung para warga.
Rodriguez mengatakan pemerintah akan mulai menyediakan sejumlah apartemen bagi keluarga-keluarga tersebut dalam beberapa hari ke depan, yang pembangunannya memang telah berjalan sebelum gempa terjadi.
Namun dia menambahkan bahwa sumber daya yang signifikan akan dibutuhkan untuk membangun lebih banyak rumah, memberikan bantuan sewa, dan menawarkan pinjaman untuk pembelian properti.
Pemerintah telah mengalokasikan lebih dari 40 bidang tanah di La Guaira, dengan total luas sekitar 584.000 meter persegi, untuk pembangunan rumah-rumah baru, kata Rodriguez.
Dia menjelaskan bahwa tanah tersebut terletak di dataran yang aman dan jauh dari daerah pesisir, tempat di mana ratusan bangunan rusak dan lebih dari 180 lainnya runtuh total.
Selain itu, Presiden sementara Delcy Rodriguez pada pekan ini meminta Raja Charles III dari Inggris untuk melepaskan cadangan emas Venezuela, yang saat ini sedang ditahan di Bank of England.