https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Yuk Hidup Sehat, Begini Cara Masuk Molekul BPA ke Dalam Tubuh Kita

Untung Subagja | Rabu, 16/12/2020 12:55 WIB



Pola hidup sehat penting untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap prima. Jangan makan dan minum sembarang. Webinar yang diselenggarakan oleh Cerdik Sehat. (Foto : Jurnas/Ist).

Jakarta, Jurnas.com- Untuk mengurangi resiko terpapar BPA (bisphenol A) adalah dengan tidak mengonsumsi makanan dan minuman yang termigrasi molekul BPA. Artinya tidak makan atau minum dari wadah plastik yang mengandung unsur kimia BPA. Caranya dengan menghindari minum dari minuman air galon isi ulang, yang sudah jelas mengandung unsur  BPA.

Itulah salah satu kesepakatan dari webinar dengan tema `Mengenal BPA dari Rumah` yang diikuti oleh, dr Darrel Fernando SpOG dokter spesialis kandungan dari Rumah Sakit Mayapada Kuningan, dr Daulika Husna SpA dokter spesialis anak Neonatologist dari Rumah Sakit Mayapada, Kuningan, Nucha Bachri co-founder parentalk.id dan Dr -Ing Azis Boing Sitanggang S.TP MSc, pakar teknologi pangan.

Webinar yang diselenggarakan oleh Cerdik Sehat bekerja sama dengan Rumah Sakit Mayapada dan Parentalk ini, intinya ingin memberi edukasi kepada masyarakat, bahwa minuman yang ditempatkan di dalam wadah mengandung BPA maka makanan tersebut telah terpapar BPA.

Baca juga :
Lulus Seleksi, 300 Transmigran Siap Ditempa di Latihan Komponen Cadangan

Menurut dr. Daulika Yusna, Sp.A kemasan makanan dan minuman atau galon dengan kandungan yang tidak tepat, seperti mengandung BPA, sangat berbahaya jika isinya dikonsumsi setiap hari dalam jangka waktu lama. Para panelis sepakat bahwa untuk mengurangi resiko BPA adalah dengan tidak mengonsumsi makanan dan minuman yang termigrasi molekul BPA.

Baca juga :
Evaluasi Pengembangan Transmigrasi, Komisi V Kunjungi BBPPMT Yogyakarta

"Sebagai orang tua apakah kita sudah berkomitmen memperhatikan makanan dan minuman yang dikonsumsi anak-anak kita," ujar Nucha Bachri, Co-Founder Parentalk.id dalam siaran tertulisnya, Selasa (15/12/2020).

Nucha menambahkan hal yang harus orangtua lakukan di rumah adalah berani menyingkirkan wadah makanan atau minuman yang mengandung BPA. Jangan membeli karena tertarik pada  bentuk kemasannya melainkan mengutamakan faktor kesehatannya. Diperlukan sikap yang bijaksana untuk meneliti lebih dulu kode kemasan dan bahan kemasan makanan dan minuman yang kita sajikan.

Baca juga :
Kecam PBB saat Pidato, Trump Terus Keluhkan Imigrasi dan Perubahan Iklim

"Kita harus teliti melihat kode plastik pada setiap produk yang kita gunakan. Misalnya kode plastik no 7(jenis plastik polykarbonat) yang perlu kita perhatikan dalam kemasan makanan kita karena kode plastik no 7 biasanya mengandung BPA. Meskipun bukan di level yang berbahaya tapi kalau bisa diihindari agar tidak terjadi akumulasi jangka panjang," ujar Dr Darrell.

Hal senada diungkapkan oleh Nucha Bachri. Nucha mengingatkan jangan tergiur tampilan.

"Beli barang jangan cuma karena lucu dan harga aja. Tapi harus diperhatikan juga keamanannya. Perhatikan baik-baik dan pelajari dan cari tahu dulu bahan yang mau kita beli seperti apa. Jangan sampai mengandung BPA yang dapat mempengaruhi kesehatan anak balita," ungkap Nucha.

"Bahaya BPA dapat dirasakan dalam waktu lama. Jadi bahaya BPA tidak serta merta berefek. Contohnya pada gangguan hormon pada anak atau balita yang sedang tumbuh. Gangguan lainnya dapat memicu kanker jika BPA dikonsumsi terus menerus," sambung dr Daulika Husna Sp.A.

Lantas bagaimana zat kimia BPA ini masuk ke dalam tubuh? Dalam prosesnya, molekul BPA atau monomer di polimerisasi menjadi plastik karbonat (PC). Di proses polimerisasi itulah proses tidak berjalan sempurna sehingga menimbulkan molekul-molekul BPA bebas. Molekul  BPA bebas ini kemudian bermigrasi dari kemasan atau utilitas ke makanan atau minuman yang terkonsumsi. Masuknya BPA ke dalam tubuh melalui dua cara yaitu dietary exposure dan non dietary exposure.

"Masalah BPA adalah migrasi. Migrasi adalah berpindahnya zat kimia BPA yang ada pada kemasan makanan ke dalam produk pangan. Kita akan terpapar jika kita mengkonsumsi produk pangan yang terkontaminasi BPA. Hindari risiko dengan mengurangi paparan," tutur Dr Azis.

Sebagai contoh proses migrasi BPA dalam kemasan galon yang kemudian larut kedalam air didalam galon isi ulang, prosesnya yaitu,  saat pengisian air ke dalam galon isi ulang di pabrik atau depo pengisian, mungkin sudah sesuai standard keamanan pangan yang telah ditetapkan, tetapi pada saat proses distribusi hingga sampai ke tangan konsumen, tidak ada yang bisa menjamin air tidak terpapar BPA, walaupun jika di cek masih dalam batas toleransi tapi jika terakumulasi bertahun tahun  maka tentu saja akan mengakibatkan hal yang serius bagi kesehatan anak balita dan ibu hamil. Oleh karena itu dapat kita  temui jurnal kesehataan dan kebijakan Negara maju di dunia telah melarang dengan tegas penggunaan BPA dalam kemasan makanan dan minuman.

Cara yang pertama migrasi BPA ke makanan dari bahan pengemas yang kontak dengan minuman atau makanan. Cara yang kedua antara lain debu, thermal paper, kosmetika dan lain lain.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Molekul BPA Migrasi Cerdik Sehat

Terkini | Senin, 18/05/2026 08:33 WIB

Gaya Hidup

Dinosaurus "Titan Terakhir" Ditemukan di Thailand

News

Beasiswa BIB Kemenag Buka Jalur Akselerasi, Ini Jadwal-Link Pendaftarannya

Humanika

Zulhijah atau Dzulhijjah, Mana yang Benar? Ini Penjelasannya

News

Resmi! 1 Zulhijjah 1447 H Ditetapkan 18 Mei 2026, Iduladha 27 Mei

Gaya Hidup

Lima Museum Tertua di Dunia, Ada yang Berdiri Sejak Ribuan Tahun Lalu

Humanika

Peringatan Hari Museum Internasional Setiap 18 Mei, Ini Sejarahnya

Humanika

18 Mei 2026, Cek Daftar Peringatan Hari Ini

Olahraga

Casemiro Dapat Salam Perpisahan Emosional, Carrick: Dia Luar Biasa

News

AS Ajukan Proposal Perdamaian Lima Poin kepada Iran

Olahraga

Puji Fans Manchester United, Carrick: Kalian Membuat Klub Ini Istimewa

News

Kemenhaj: Bayar Dam Harus Aman, Resmi, dan Sesuai Keyakinan Fikih Jemaah

Gaya Hidup

Asteroid Sebesar Paus Biru Melintas Dekat Bumi Besok, Senin 18 Mei 2026

News

Persis Nilai Penguatan Regulasi Sidang Isbat Penting Demi Persatuan Umat

News

LF PBNU Sebut Posisi Hilal Zulhijjah di Seluruh Indonesia di Atas Kriteria

News

Awal Zulhijah 1447 H Diprediksi Jatuh Besok, 18 Mei 2026

Humanika

Menag: Tak Ada Dalil yang Bisa Menyebabkan Perempuan Itu Terpinggirkan

Info Desa

Kemendes Bakal Genjot Desa Wisata di Kawasan Anyer-Carita-Cinangka

News

Eric Cantona Akui Jalani Psikoterapi sejak Usia 20 Tahun

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777