https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

AS-Iran Memanas, Lebanon dan Israel Kembali Berunding

Mutiul Alim | Selasa, 14/07/2026 18:10 WIB



Lebanon dan Israel menggelar negosiasi baru di bawah naungan Amerika Serikat (AS) di Roma pada Selasa (14/7), dengan latar belakang eskalasi AS dan Iran Asap mengepul menyusul serangan Israel di Nabatieh, Lebanon, 28 Mei 2026 (Foto: Reuters)

Beirut, Jurnas.com - Lebanon dan Israel menggelar negosiasi baru di bawah naungan Amerika Serikat (AS) di Roma pada Selasa (14/7), dengan latar belakang eskalasi regional antara Washington dan Teheran.

Kedua negara, yang secara resmi berperang selama puluhan tahun, mencapai kesepakatan kerangka kerja pada 26 Juni lalu, setelah lima putaran negosiasi di Washington, yang bertujuan untuk mengakhiri perang antara Israel dan Hizbullah yang didukung Iran serta membuka jalan bagi perdamaian.

Pembicaraan tersebut berlangsung meskipun tentara Israel terus memperkuat pendudukannya di wilayah selatan negara itu. Kantor berita pemerintah Lebanon NNA melaporkan adanya penghancuran dan pembakaran rumah-rumah di lingkungan selatan Kota Hadatha pada Senin (13/7). NNA juga mengatakan pasukan Israel telah melakukan ledakan besar di kota selatan Bint Jbeil sehari sebelumnya.

Baca juga :
Serangan Bengis Israel di Gaza Tewaskan Bocah 10 Tahun

Pada hari yang sama, Kepresidenan Lebanon mengumumkan bahwa delegasinya ke Roma telah diinstruksikan untuk menuntut segera dimulainya penarikan pasukan Israel dari dua zona percontohan sebelum diskusi lebih lanjut.

"Tentara Lebanon siap untuk secara bertahap mengambil alih kendali atas daerah-daerah tempat tentara Israel akan mundur," demikian keterangan sumber diplomatik Lebanon yang mengetahui isi pembicaraan tersebut dikutip dari Arab News.

Baca juga :
Kota-Kota Pesisir Dibombardir AS, Iran Beri Serangan Balasan

Sementara itu, analis Orna Mizrahi dari Institute for National Security Studies (INSS) di Tel Aviv menilai Israel bersedia mundur secara bertahap, namun dengan syarat tidak akan ada kehadiran Hizbullah di daerah-daerah yang ditinggalkan oleh Israel.

"Israel juga ingin memastikan bahwa tentara Lebanon akan memiliki kemampuan untuk menjaganya sebagai zona netral dan tempat netral di mana Hizbullah tidak dapat masuk lagi," kata dia.

Baca juga :
Militer AS Lancarkan Serentetan Serangan Baru ke Iran

Teheran sebelumnya telah menuntut gencatan senjata di Lebanon untuk dapat menyimpulkan sebuah nota kesepahaman dengan Washington pada 17 Juni lalu.

Namun terjadi eskalasi di wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir, pasca AS melakukan serangan malam ketiga berturut-turut terhadap Iran menjelang rencana pemberlakuan kembali blokade lautnya terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran pada Selasa ini.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Perang Israel vs Lebanon Konflik Timur Tengah Perundingan Perdamaian

Terpopuler

Minggu, 12/07/2026 05:05 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Prancis vs Spanyol

Senin, 13/07/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Inggris vs Argentina

Senin, 13/07/2026 04:04 WIB
Olahraga

Prediksi Starting XI Timnas Prancis vs Spanyol

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777