https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

HNW: Pesantren Mesti Terdepan Mencetak Generasi Unggul

Herwin Wijaya | Jum'at, 08/11/2019 21:20 WIB



selain para santri diajarkan membaca serta menghafal Al qur’an, juga harus dimasukan dan ditekankan pembelajaran tentang pemahaman etika-etika dasar Hidayat Nur Wahid (HNW), saat berbincang dengan delegasi Ma’had Al-quds Li Tahfidhil Qur’an yang dipimpin Pimpinan Ponpes Darul Abrar KH. Muttaqin Sa’id, di Ruang Kerjanya, Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (8/11/2019).

Jakarta, Jurnas.com – Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid menegaskan bahwa saat ini dan ke depan, Indonesia harus memiliki banyak manusia-manusia Islam yang unggul yang memiliki karakter manusia Islam yang sesungguhnya sesuai Al qur’an. Untuk mencapai hal tersebut, peran pendidikan sangatlah besar termasuk pondok-pondok pesantren.

Dikatakan HNW, dalam kurikulum pendidikan di lingkungan pesantren, selain para santri diajarkan membaca serta menghafal Al qur’an, juga harus dimasukan dan ditekankan pembelajaran tentang pemahaman etika-etika dasar, adab-adab, juga pemahaman untuk menjadi seorang muslim yang baik dan unggul.

“Menurut saya itu sangatlah penting dan harus mulai diajarkan sejak dini. Jangan dulu yang berat-berat, mulailah dengan yang ringan seperti, pentingnya menjaga sopan santun kepada orang tua, belajar, menjaga amanah, saling menghormati, silaturahim, jujur, berkata-kata baik, berjiwa rahmah,” kata Hidayat Nur Wahid (HNW), saat berbincang dengan delegasi Ma’had Al-quds Li Tahfidhil Qur’an yang dipimpin Pimpinan Ponpes Darul Abrar KH. Muttaqin Sa’id, di Ruang Kerjanya, Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (8/11/2019).

Baca juga :
Ciptakan Ruang Aman, Kemdiktisaintek Dorong Kampus Bentuk Satgas PPKPT

Dijelaskan HNW, pemahaman tentang etika-etika sesuai Al qur’an tersebut bertujuan agar para santri yang merupakan generasi muda bangsa Indonesia, dengan Al qur’an-nya tidak sampai menjadi kelompok yang eksklusif. Dalam artian, tidak berani berinteraksi dengan masyarakat. Padahal Alquran selalu mengajarkan untuk selalu berinteraksi dengan yang lain.

“Titik tekannya adalah, Al qur’an justru mengajarkan untuk berkomunikasi kepada publik, itulah akidah. Biasakan para santri berkomunikasi dengan masyarakat sekitar. Saya ingat, waktu nyantri di Ponpes Gontor ada kegiatan lari-lari ‘muter’ kampung, juga banyak kegiatan-kegiatan yang membiasakan saya berkomunikasi dengan masyarakat,” ujarnya.

Baca juga :
GAPKI Keluhkan Sulitnya Akses Dana Peremajaan Sawit Rakyat

Ketika para santri, lanjut HNW, mampu menguasai dan mengimplementasikan etika, akhlak dan berbagai ilmu pengetahuan, maka akan muncul generasi Islam yang tangguh seperti generasi umat dahulu yang tangguh mampu menjadikan Islam diterima baik di Nusantara.

“Merekalah generasi Islam tangguh dengan pengetahuan agama Islam yang tinggi, akhlak yang sangat baik, juga ilmu pengetahuan yang baik, mereka mampu bergaul, berdialog, sabar dalam menghadapi serta mengatasi permasalahan ditengah-tengah masyarakat sehingga diterima dan Islam menjadi seperti sekarang ini,” tambahnya.

Baca juga :
Pemerintah Sudan Selatan Dituding Halangi Bantuan Kemanusiaan

Ditegaskan HNW, hal-hal itulah fakta bahwa Indonesia adalah contoh paling konkrit yang secara tegas membuktikan bahwa teori para orientalis yang mengatakan bahwa Islam berkembang dengan perang adalah salah dan sama sekali tidak benar.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kinerja MPR

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777