https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Info Ketenagakerjaan

Pancasila: Ideologi Jalan Tengah

Herwin Wijaya | Minggu, 30/06/2019 16:25 WIB



Ideologi yang digali untuk menjadi jalan tengah bagi perbedaan-perbedaan bangsa ini, dan di Uraikan dalam Sila Sekretaris Fraksi Golkar MPR RI, IR HM Idris Laena MH

Oleh : IR HM IDRIS LAENA MH
(Sekretaris Fraksi Golkar MPR RI)

Jurnas.com - Selama menjadi Anggota Legislatif, satu hal yang paling menarik perhatian saya adalah ketika kita berbicara tentang Pancasila.

Dalam pikiran saya, alangkah hebatnya Founding Father kita yang telah merumuskan dasar negara, Ideologi yang sekaligus Falsafah hidup bagi seluruh rakyat Indonesia. Dengan merumuskan lima kalimat bertuah yang kemudian disebut Lima sila.

Baca juga :
Cara yang Diajarkan Rasulullah untuk Mengendalikan Amarah

Bagi sebagian besar orang, mungkin ini dianggap sebagai hal yang biasa saja.Tapi pernahkah terpikir oleh kita bahwa proses untuk merumuskan kalimat demi kalimat, serta merangkum dalam satu bingkai sakti yang dinamakan PANCASILA, bukanlah perkara mudah.

Ketika berkunjung Ke Perpustakaan Leiden University, di Negeri Belanda, kami sempat berdiskusi dengan beberapa Profesor disana, dan yang mengagetkan adalah ketika mereka mengatakan:

Baca juga :
Enam Amalan Sunah di Hari Jumat pada Bulan Dzulhijjah

“Kami tidak merasa pernah menjajah Indonesia, Karena Indonesia baru ada setelah merdeka, yang terjadi sebenarnya adalah bahwa Nedherland memiliki Koloni, yang berupa kerajaan-Kerajaan yang ada di Nusantara”

Menyimak secara seksama pernyataan itu, meskipun sempat berdebat dengan mereka, dalam batin saya, luar biasa para pendiri bangsa ini. Karena ternyata mereka mendirikan Satu bangsa besar bernama INDONESIA, dari serpihan-serpihan kerajaan yang ada di Nusantara, yang terdiri dari puluhan ribu pulau, dengan ribuan bahasa dan keanekaragaman budaya dan Agama. Dan hanya dimulai dengan Semangat para Pemuda yang mendeklarasikan SUMPAH PEMUDA.

Baca juga :
Berbagai Hal yang Harus Dihindari saat Mengidap Penyakit TBC

Yang menarik bahwa, para pemuda kita saat itu, 28 oktober 1928 Berani bersumpah,”Bertumpah darah yang Satu, Tanah Air Indonesia, Berbangsa yang satu, Bangsa Indonesia, dan Menjunjung Bahasa yang satu, Bahasa Indonesia”. Padahal secara Teritory, Wilayah yang akan mereka sebut INDONESIA itu, masih berupa kerajaan-Kerajaan yang ada dihamparan Nusantara.

Belum lagi Bicara Tradisi, Budaya dan Agama, yang begitu beragam. Bagaimana mungkin bisa disatukan. Mungkin umat Islam merasa Mayoritas pada saat itu, tapi secara History, Umat Hindu sudah ada jauh sebelum Islam berkembang di Indonesia.

Saya baru sadar, bahwa ternyata rumusan kalimat demi kalimat yang disebut Sila dan kemudian diberi nama PANCASILA, adalah merupakan kompromi atas semua persoalan diatas. Dan oleh karenanya pantas saja, Bung Karno menyebut dirinya PENGGALI PANCASILA, untuk menggambarkan bahwa ideologi kita itu digali dari akar persoalan-tradisi-Budaya dan agama yang ada di Nusantara.

Sekarang kita patut bangga, bangsa besar bernama INDONESIA yang pada saat itu diimpikan oleh pemuda dan para pendiri bangsa ini, benar-benar terwujud.

Tentu, yang juga patut kita syukuri dan apresiasi, adalah para Raja dan Sultan yang berkuasa atas kerajaan mereka, ternyata dengan legowo bersedia bergabung menjadi bagian dari bangsa ini,yang kemudian dibingkai Menjadi NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA.

Yang juga menarik untuk diamati, ternyata NKRI bukan terdiri dari kerajaan-Kerajaan yang menggabungkan diri. Justru NKRI terdiri dari Provinsi-Provinsi dari Sabang sampai Merauke. Dari Miangas sampai Pulau Rote.

Karena itu,Bisa dibayangkan bagaimana Indonesia,tanpa Ideologi dan Dasar Negara bernama PANCASILA.

Ideologi yang digali untuk menjadi jalan tengah bagi perbedaan-perbedaan bangsa ini, dan di uraikan dalam Sila yakni,”Ketuhanan Yang Maha Esa-Kemanusiaan yang Adil dan Beradab-Persatuan Indonesia-Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/Perwakilan dan Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia”.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kinerja MPR

Terpopuler

Kamis, 23/07/2026 04:04 WIB
Gaya Hidup

20 Contoh Ucapan Hari Anak Nasional yang Penuh Makna

Rabu, 22/07/2026 01:01 WIB
Humanika

22 Juli 2026: Cek Daftar Peringatan Hari Ini

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777