https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Tragedi Penembakan Christchurch Akan Diangkat Jadi Film

Redaksi | Rabu, 15/05/2019 19:01 WIB



Tragedi pembantaian 51 jemaah Muslim di Christchurch, Selandia Baru akan diangkat ke dalam sebuah film berjudul `Hello Brother`. Poster Hello Brother menandai penembakan di Christchurch, Selandia Baru (Foto: Daily Mail)

Paris, Jurnas.com - Tragedi pembantaian 51 jemaah Muslim di Christchurch, Selandia Baru akan diangkat ke dalam sebuah film berjudul `Hello Brother`.

Kepada awak media di Cannes, Prancis, produser mesir Moez Masoud mengatakan bahwa film feature tersebut sedang dalam proses pembuatan.

"Di Christchurch pada 15 Maret, dunia menyaksikan kejahatan kemanusiaan yang melewati batas kemanusiaan," kata Masoud kepada Variety.

Baca juga :
Bensin Mahal, Kendaraan Listrik Laris Manis di Selandia Baru

Dia menyebut saat ini anggota timnya sedang berada di Selandia Baru, dalam rangka bertemu dengan para penyintas dan keluarga para korban.

"Cerita yang akan dibawa `Hello Brother` kepada pemirsa hanyalah satu langkah dalam proses penyembuhan, sehingga kita semua bisa lebih memahami satu sama lain, dan akar penyebab kebencian, rasisme, supremasi, dan terorisme," ujar dia.

Baca juga :
Ini Sejarah Peringatan Hari Internasional untuk Memerangi Islamofobia

Judul film itu diambil dari kalimat yang dilontarkan oleh salah seorang lelaki tua asal Afganistan, yang sempat menyapa pelaku penembakan di pintu masjid Al Noor.

Pria tua itu diketahui tewas tertembak, namun kata-katanya digunakan di seluruh dunia sebagai simbol untuk menentang kebencian.

Baca juga :
Prabowo Ingin Kirim Mahasiswa Belajar Kedokteran di Selandia Baru

Sementara menanggapi rencana pembuatan film, Asosiasi Muslim Canterbury yang berbasis di Christchurch mengaku belum mendapatkan informasi apapun.

"Kami belum mendapatkan proposal semacam itu, dan kami juga belum menyetujuinya. Kami tidak dapat menghentikan proyek-proyek seperti itu jika pembuat film memilih (untuk memfilmkan). Namun Asosiasi Muslim Canterbury menghargai martabat dan privasi anggota komunitas," demikian keterangan asosiasi di laman Facebook.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Hello Brother Penembakan Christchurch Selandia Baru

Terkini | Kamis, 16/07/2026 18:47 WIB

Humanika

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777