https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

MPR : Mencintai Indonesia, Mengenal Sejarahnya

Herwin Wijaya | Selasa, 05/03/2019 10:30 WIB



Wakil Ketua MPR RI Dr. H.M. Hidayat Nur Wahid, M.A (HNW)

Jakarta, Jurnas.com - Dihadapan warga masyarakat Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Wakil Ketua MPR RI, Dr. H. M. Hidayat Nur Wahid MA, mengingatkan, sebagian materi Sosialisasi Empat Pilar MPR, berisi sejarah bangsa Indonesia. Karena itu acara sosialisasi sangat penting untuk diikuti seluruh lapisan masyarakat. Karena dengan ikut sosialisasi bisa menyegarkan ingatan masyarakat terhadap sejarah perjuangan bangsanya. Sekaligus mempertebal rasa cinta terhadap bangsa Indonesia.

Sejauh ini, kata Hidayat MPR sudah melakukan kerjasama dengan berbagai kelompok masyarakat untuk melakukan sosialisasi. Mulai dari masyarakat dilingkungan RT RW, sekolah, ormas, hingga organisasi profesi maupun kelompok masyarakat yang lain.

"Kita tidak mungkin mencintai Indonesia kalau kita tidak mengenalnya dengan baik. Inilah salah satu fungsi kegiatan sosialisasi, mengenalkan sejarah bangsa kepada masyarakat, agar timbul perasaan cinta yang makin besar kepada bangsa dan negara", kata Hidayat menambahkam.

Baca juga :
Sahroni Sosialisasi Empat Pilar MPR, Dorong Warga Aktif Sampaikan Aspirasi

Berdasar sejarahnya, kata Hidayat Sosialisasi pertama dilaksanakan sejak tahun 2004. Waktu itu MPR menggunakan istilah sosialisasi keputusan MPR. Tahun 2009, istilah itu berubah menjadi sosialisasi kehidupan berbangsa dan bernegara. Tetapi istilah tersebut diyudicial reveuw, sehingga sejak 2014, istilah yang dipakai menjadi Sosialisasi Empat Pilar MPR.

Baca juga :
Perkuat Ideologi Bangsa, Tommy Kurniawan Ajak Pemuda Cegah Informasi Hoaks

Pernyataan itu disampaikan Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid, saat memberikan materi Sosialisasi Empat Pilar dihadapan masyarakat Cempaka Putih Jakarta Pusat. Sosialisasi hasil kerjasama MPR dengan Yayasan Indonesia Sehat Sejahtera, itu berlangsung di aula Masjid An Nizhom, Komplek perkantoran rawa kerbau, jl. Rawa sari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Senin (4/3). Ikut hadir pada acara tersebut Ketua Yayasan Indonesia Cerdas sejahtera Fernando.

Pada kesempatan itu, Hidayat juga menyampaikan, sejak dulu banyak ulama yang ikut berjuang mempertahankan NKRI. Salah satu peristiwa yang tidak bisa dilupakan terjadi ketika sila pertama Pancasila diprotes oleh perwakilan Indonesia Timur yang mengancam akan keluar dari NKRI, jika Piagam Jakarta tidak diubah.

Baca juga :
Tommy Kurniawan Gelar Sosialisasi Empat Pilar, Ajak Warga Jaga NKRI

"Mendapat laporan seperti itu, Ki Bagus Hadikusumo, KH. Wahid Hasyim, Mr. Kasman Singodimedjo dan Tengku Muhammad Hasan segera berembuk. Hasilnya, mereka mau menghapus tujuh kata pada piagam Jakarta, dan menggantinya menjadi bunyi Pancasila seperti yang kita temui sekarang. Semua itu dilakukan demi menjaga keutuhan NKRI yang diproklamirkan pada 17 Agustus 1945", kata Hidayat menambahkan.

Kisah-kisah seperti itu, kata Hidayat harus disampaikan dan dimengerti oleh generasi muda, agar menimbulkan nasionalisme dan rasa cinta terhadap bangsa dan negara.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Tahun Pemilu Sosialisasi Empat Pilar

Terpopuler

Kamis, 23/07/2026 04:04 WIB
Gaya Hidup

20 Contoh Ucapan Hari Anak Nasional yang Penuh Makna

Rabu, 22/07/2026 01:01 WIB
Humanika

22 Juli 2026: Cek Daftar Peringatan Hari Ini

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777