https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Tren Bunuh Diri Berkurang sejak 1990-an

Redaksi | Kamis, 07/02/2019 11:30 WIB



Kendati laporan kematian akibat mencelakai diri sendiri berbeda-beda antar negara, tren menunjukkan terdapat penurunan yang jelas dalam tingkat bunuh diri global. Ilustrasi bunuh diri (Foto: tirto)

New York, Jurnas.com – Tren bunuh diri telah menurun secara global sejak 1990. Demikian temuan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang menemukan bahwa bunuh diri sebagai masalah kesehatan masyarakat yang kritis, dan memperkirakan setidak 800.000 orang bunuh diri setiap tahun.

Kendati laporan kematian akibat mencelakai diri sendiri berbeda-beda antar negara, tren menunjukkan terdapat penurunan yang jelas dalam tingkat bunuh diri global.

Dalam hasil yang diterbitkan dalam jurnal BMJ, studi tersebut memperkirakan bahwa 817.000 orang bunuh diri pada 2016, meningkat 6,7 persen sejak 1990.

Baca juga :
6 Penyakit Kronis yang Bisa Sembuh dengan Berenang

Namun, ketika populasi global telah meningkat selama tiga dekade terakhir, tim menemukan bahwa tingkat bunuh diri yang disesuaikan dengan usia dan ukuran populasi turun dari 16,6 menjadi 11,2 kematian per 100.000 orang atau turun 32,7 persen.

"Bunuh diri dianggap sebagai penyebab kematian yang dapat dicegah dan studi ini menunjukkan bahwa kita harus melanjutkan upaya kita menuju pencegahan bunuh diri," kata Heather Orpana, ilmuwan riset dari Badan Kesehatan Masyarakat Kanada dan seorang kolaborator dalam penelitian ini.

Baca juga :
Dampak Buruk Sering Begadang untuk Kesehatan Otak Anda

"Dengan upaya lebih lanjut kita bisa melakukan pengurangan lebih lanjut dalam kematian akibat bunuh diri," lanjutnya dikutip dari AFP.

Di saat tren bunuh diri turun secara keseluruhan, di beberapa wilayah di dunia, bunuh diri masih menjadi penyebab utama hilangnya nyawa.

Baca juga :
Mengenal Kardiomiopati, Penyakit Jantung yang Jarang Diketahui

Pada 2016, 34,6 juta tahun kehidupan hilang secara global karena bunuh diri, yaitu, usia ketika kematian bunuh diri terjadi dibandingkan dengan harapan hidup rata-rata di wilayah atau negara tertentu.

Selain itu, laki-laki masih lebih mungkin untuk bunuh diri daripada perempuan di semua wilayah. Usia 15-19 tahun juga mendominasi pada kelompok umur.

"Angka kematian umumnya lebih tinggi untuk pria tetapi ada variabilitas yang cukup besar antara pria dan wanita tergantung pada usia, dan bahkan negara," terang Orpana kepada.

Secara global, jumlah pria yang bunuh diri melebihi perempuan, yakni sebanyak 15,6 kematian per 100.000 dibandingkan dengan 7,0 untuk wanita.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Bunuh Diri Info Kesehatan

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777