Ilustrasi - lelaki begadang (Foto: Earth)
Jakarta, Jurnas.com - Kebiasaan sering begadang atau melewatkan waktu tidur malam demi aktivitas lain ternyata menyimpan dampak yang sangat serius bagi kesehatan otak manusia.
Secara medis, saat kita tidur, otak melakukan proses "pembersihan diri" melalui sistem glimfatik yang membuang racun-racun sisa metabolisme yang menumpuk sepanjang hari.
Jika waktu istirahat ini dipangkas secara rutin, racun-racun tersebut, termasuk protein beta-amyloid yang sering dikaitkan dengan penyakit Alzheimer akan terus mengendap dan berpotensi merusak sel-sel saraf dalam jangka panjang.
Kondisi ini membuat fungsi otak menurun drastis, yang sering kali ditandai dengan munculnya kabut otak atau brain fog, di mana seseorang menjadi sulit fokus, lambat dalam berpikir, dan kehilangan daya kreativitasnya.
Selain menurunkan kecerdasan kognitif, kurang tidur kronis juga merusak keseimbangan emosional dan stabilitas mental.
Ini Manfaat Berpuasa untuk Kesehatan Otak Anda
Bagian otak yang disebut amygdala, yang bertanggung jawab atas kontrol emosi, menjadi jauh lebih reaktif tanpa istirahat yang cukup, sehingga seseorang menjadi lebih mudah stres, cemas, hingga depresi.
Begadang juga mengganggu kemampuan otak dalam mengonsolidasi memori, yakni proses memindahkan informasi dari memori jangka pendek ke memori jangka panjang.
Tips Menjaga Pola Tidur Sehat Selama Ramadan
Akibatnya, sesering apa pun seseorang belajar atau bekerja di malam hari, otak akan kesulitan untuk mengingat informasi tersebut di kemudian hari.
Tanpa manajemen waktu tidur yang baik, penurunan fungsi saraf ini tidak hanya memengaruhi produktivitas harian, tetapi juga meningkatkan risiko gangguan saraf permanen di masa tua.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Info Kesehatan Efek Samping Begadang Waktu Tidur Kesehatan Otak




















