https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Sempat Hentikan Final Piala Dunia, Siapa Pussy Riot?

Mutiul Alim | Senin, 16/07/2018 07:40 WIB



Aksi mereka pun terekam dan dilihat secara langsung oleh puluhan juta pasang mata di seluruh dunia. Salah satu anggota Pussy Riot menghampiri bek Kroasia, Vida (Foto: AP)

Moskow – Empat orang berseragam polisi Rusia tiba-tiba berlari masuk ke dalam lapangan, saat pertandingan final antara Prancis dan Kroasia sedang berlangsung pada Minggu (15/7) malam. Aksi mereka pun terekam dan dilihat secara langsung oleh puluhan juta pasang mata di seluruh dunia.

Jika umumnya penonton masuk ke lapangan hanya untuk bersalaman atau memeluk pesepakbola idolanya, lain halnya dengan keempat orang ini. Mereka adalah Pussy Riot. Kelompok musik asal Rusia yang kental menyuarakan kritik terhadap kondisi kehidupan di Negeri Beruang Madu.

 “Halo semua orang dari lapangan Luzhniki. Sungguh hebat di sini,” demikian pernyataan Pussy Riot di Twitter, sebelum melancarkan aksinya. Pussy Riot menyerukan pembebasan atas tahanan politik, mengakhiri penangkapan ilegal pengunjuk rasa, serta mengizinkan persaingan politik di Rusia.

Baca juga :
Jadwal Lengkap Piala Dunia 2026: Dimulai 12 Juni, Final Digelar 20 Juli

Pernyataan Pussy Riot juga merujuk pada kasus Oleg Sentsov, oposisi aneksasi Rusia terhadap Krimea dari Ukraina pada 2014 lalu. Oleg dijatuhi hukuman 20 tahun penjara, dengan tudingan konspirasi untuk melakukan tindakan teror.

Oleg menyangkal tuduhan itu. Dan sebagai akibatnya, dia melakukan mogok makan sejak pertengahan Mei lalu.

Baca juga :
Intelijen Eropa Sebut China Diam-Diam Latih Tentara Rusia

Dilansir dari Associated Press, ada beragam spekulasi terkait alasan Pussy Riot mengenakan seragam polisi. Kelompok itu kemungkinan ingin menyampaikan bahwa polisi Rusia gagal menegakkan keadilan. Ada pula yang beranggapan supaya Pussy Riot mudah melewati keamanan stadion.

“Warga yang bersangkutan dibawa ke kantor polisi setempat,” terang Kementerian Dalam Negeri Moskow.

Baca juga :
Neymar Menangis Usai Masuk Skuad Brasil untuk Piala Dunia 2026

Sebelumnya Pussy Riot dikenal karena memakai balaclava berwarna cerah. Namun pada aksi protesnya di Stadion Luzhniki, mereka tak menggunakan penutup kepala sehelai pun. Dan terkait aksi politis ini ini, FIFA belum berkomentar.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Piala Dunia Rusia Pussy Riot

Terkini | Sabtu, 24/10/2026 01:47 WIB

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777