https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

KPK Sita 4 Mobil Mewah dari Tersangka Korupsi Dana Bencana

Gery David Sitompul | Jum'at, 23/10/2026 18:58 WIB



KPK menyita empat unit mobil mewah dalam penyidikan kasus dugaan korupsi dana siap pakai kebencanaan di BNPB. Foto: KPK menyita empat unit mobil mewah dalam penyidikan kasus dugaan korupsi dana siap pakai kebencanaan di BNPB. (Dokumen KPK)

Jakarta, Jurnas.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita empat unit mobil mewah dalam penyidikan kasus dugaan korupsi dana siap pakai (DSP) kebencanaan di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan salah satu mobil yang disita penyidik ialah mobil BMW milik tersangka Richard Erlangga selaku tenaga ahli Kepala BNPB.

"Bahwa pada hari ini, penyidik kembali melakukan penyitaan terhadap satu unit mobil BMW dari tersangka RIC," kata Budi dalam keterangan tertulis, Jumat, 23 Oktober 2026.

Baca juga :
TNI Bakal Dalami Dugaan Keterlibatan Prajurit dalam Korupsi BNPB

Sementara itu, tiga unit mobil lainnya disita penyidik saat menggeledah rumah tersangka Bima Setiawan selaku Tenaga Ahli sekaligus adik dari Kepala BNPB Letjen Suharyanto di Jakarta. Mobil yang disita bermerek AION, BYD/Atto 3 Superior, dan BMW.

"Sehingga sampai dengan saat ini, total mobil yang disita dalam perkara ini sejumlah empat unit," kata Budi.

Baca juga :
KPK Geledah Kantor BNPB Terkait Korupsi Dana Bencana

Budi mengatakan pihaknya akan melakukan analisis lebih lanjut atas temuan-temuan tersebut. Langka ini untuk memperkuat alat bukti yang dibutuhkan dalam pengungkapan perkara secara utuh.

Sebelumnya, KPK telah menggeledah delapan lokasi terkait perkara ini sejak Kamis, 15 Oktober hingga Senin, 19 Oktober 2026. Salah satu lokasi yang digeledah penyidik adalah Kantor BNPB di Jakarta Timur.

Baca juga :
ICW Desak KPK Periksa Eks Kepala BNPB Terkait Korupsi Dana Bencana

"Objek-objek penggeledahannya yaitu di rumah, perkantoran, serta lokasi lainnya yang berada di wilayah Jakarta, Tangerang Selatan, dan Bekasi. Termasuk Kantor BNPB yang beralamat di Jalan Pramuka, Jakarta Timur, yang dilakukan penggeledahan," kata Budi dalam keterangannya, Selasa, 20 Oktober 2026.

Dari hasil penggeledahan tersebut, penyidik menyita berbagai barang bukti. Di antaranya, dokumen, barang bukti elektronik, uang, perhiasan.

KPK telah menetapkan lima tersangka dalam kasus korupsi DSP kebencanaan di BNPB. Mereka ialah Bima Setiawan selaku Tenaga Ahli sekaligus adik dari Kepala BNPB Letjen Suharyanto yang telah dicopot oleh Presiden Prabowo Subianto pada 15 Oktober 2026.

Kemudian, Richard Erlangga selaku tenaga ahli Kepala BNPB; Gabriel Purwaka Sigit selaku Kepala sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Subdirektorat Pengelolaan Bantuan dan Dana Kedaruratan BNPB; Syifa Nrika Ghifarin selaku pihak swasta dan Gery Prasetiawan selaku pihak swasta Direktur PT Trans Lintas Selaras (TLS).

DSP itu merupakan dana cadangan yang digunakan saat darurat bencana. Anggaran DSP telah ditetapkan dan masuk struktur anggaran BNPB. Dana tersebut seharusnya dipakai untuk menangani kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dan Papua, gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga penanganan banjir di Sumatera.

Meski pencairannya bersifat fleksibel untuk mendukung respons cepat terhadap bencana, penggunaannya tetap harus memenuhi persyaratan yang berlaku.

Dalam kasus ini, KPK menduga mekanisme pengadaan barang dan jasa yang menggunakan DSP BNPB justru diwarnai konflik kepentingan dan praktik suap. Sejumlah perusahaan penyedia diduga terafiliasi dengan Bima Setiawan, adik mantan Kepala BNPB Letjen Suharyanto. Nilai pengadaan yang melibatkan perusahaan-perusahaan tersebut mencapai Rp148 miliar selama periode 2024-2026.

KPK juga menduga aliran dana dari pengadaan tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi, termasuk pembelian saham melalui perusahaan yang disebut terlibat dalam transaksi tersebut. Selain itu, penyidik menemukan dugaan permintaan fee kepada penyedia untuk memperoleh paket pengadaan serta pemberian uang dan aset kepada sejumlah pejabat BNPB.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Korupsi Dana Bencana Korupsi BNPB Kepala BNPB KPK Sita Mobil

Terkini | Jum'at, 23/10/2026 19:49 WIB

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777