https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Ternyata Ini Faktor Pencetus Penyakit Lupus

Redaksi | Selasa, 08/05/2018 17:16 WIB



Kekeliruan dalam pengenalan penyakit lupus ering terjadi, sehingga seringkali terlambat didiagnosis dan diintervensi. Ilustrasi penyakit lupus.(Foto : Royal Queen Seeds)

Jakarta - Penyakit Lupus Eritematosus Sistemik (LES) juga dikenal sebagai "Penyakit Seribu Wajah" karena memiliki sebaran gambaran klinis yang luas serta tampilan perjalanan penyakit yang beragam, sehingga seringkali menimbulkan kekeliruan dalam upaya mengenalinya.

dr. Asjikin Iman Hidayat Dachlan, MHA, Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Sesditjen P2P) Kementeriaan Kesehatan RI di Jakarta, Selasa (8/5) mengungkapkan, faktor genetik, imunologik dan hormonal serta lingkungan diduga berperan dalam perjalanan penyakit ini.

"Kekeliruan dalam pengenalan penyakit lupus ini masih sering terjadi, sehingga seringkali terlambat dalam diagnosis dan penatalaksanaannya," jelas dr. Asjikin

Baca juga :
Bolehkah Kentang Dimakan Setiap Hari?

dr. Sumariyono, SpPD-KR, Divisi Reumatologi, Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM menerangkan penyebab lupus hingga saat ini belum sepenuhnya diketahui. Kombinasi faktor genetik, hormon, dan lingkungan diduga sebagai penyebab.

Faktor genetik, sekitar 7 persen pasien LES memiliki keluarga dekat (orangtua atau saudara kandung) yang juga didiagnosis LES. Faktor lingkungan dipicu oleh infeksi, stres, makanan, antibiotik (khususnya kelompok sulfa dan penisilin), cahaya ultraviolet (matahari), penggunaan obat-obatan tertentu, merokok, paparan kristal silica.

Baca juga :
Ini 5 Manfaat Kentang untuk Kesehatan yang Jarang Diketahui

Sedangkan faktor hormonal, umumnya perempuan lebih sering terkena penyakit LES dibandingkan laki-laki. "Meningkatnya angka pertumbuhan penyakit LES sebelum periode hormon estrogen menjadi pencetus penyakit LES," jelas dr. Sumariyono.

LES memiliki gejala yang mirip dengan penyakit lain, sehingga sulit untuk dideteksi. Tingkat keparahannya pun beragam mulai dari ringan hingga yang mengancam jiwa. Gejala LES dapat timbul secara tiba-tiba atau berkembang perlahan.

Baca juga :
10 Cara Menjaga Sistem Pencernaan agar Tetap Sehat

Pasien LES dapat mengalami gejala yang bertahan lama atau bersifat sementara sebelum akhirnya kambuh lagi. "Kesulitan dalam upaya mengenali LES sering kali mengakibatkan diagnosis dan penanganan yang terlambat," katanya.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

penyakit lupus autoimun sehat sakit Kemenkes P2P

Terpopuler

Minggu, 12/07/2026 05:05 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Prancis vs Spanyol

Senin, 13/07/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Inggris vs Argentina

Senin, 13/07/2026 04:04 WIB
Olahraga

Prediksi Starting XI Timnas Prancis vs Spanyol

Minggu, 12/07/2026 06:06 WIB
Gaya Hidup

12 Contoh Ucapan Hari Koperasi Indonesia 2026 yang Penuh Makna

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777