https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Hati-hati! Penyakit Jantung Berawal dari Hipertensi

Eka Wahyu Pramita | Minggu, 08/04/2018 03:01 WIB



Kebanyakan pengidap hipertensi tidak terdeteksi lantaran tidak mengalami gejalanya langsung Kebanyakan pengidap hipertensi tidak terdeteksi lantaran tidak mengalami gejalanya langsung (Foto: Netizen Pos)

Jakarta - Menurut Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) data pola penyebab kematian umum di Indonesia datang dari penyakit jantung dan pembuluh darah yang biasanya diawali dari masalah gangguan hipertensi.

Tekanan darah tinggi atau hipertensi sendiri bisa menyebabkan gangguan ginjal, merusak kerja mata, mengganggu kerja otak, hingga menjadi faktor risiko penyakit jantung.

Berdasar pemeriksaan kesehatan terhadap 500 pegawai Departemen Kesehatan terdeteksi bahwa 99 orang menderita hipertensi. Prevalensinya di Indonesia diperkirakan mencapai 17 sampai 21 persen dari polulasi dan kebanyakan tidak terdeteksi karena manusia cenderung mengalami gangguan hipertensi tanpa merasakan atau mengalami gejalanya.

Baca juga :
Timwas Haji DPR Soroti Distribusi Obat dan Penguatan Layanan Kesehatan
Menurut Badan Kesehatan Dunia, dari 50 persen penderita hipertensi yang terdeteksi, hanya 25 persen yang mendapat pengobatan, dan 12,5 persen yang bisa diobat dengan baik. Ditambah lagi 90 persen penderita hipertensi tidak diketahui jumlahnya.

Oleh sebab itu, hipertensi kerap disebut sebagai penyakit primer. Sedangkan sisa 10 persen atau bahkan kurang diketahui menderita hipertensi akibat gangguan ginjal dan masalah kelenjar endokrin tubuh yang biasa disebut hipertensi sekunder.

Baca juga :
Berbagai Hal yang Harus Dihindari saat Mengidap Penyakit TBC
Para ahli menganjurkan agar setiap orang dewasa berusia di atas 18 tahun melakukan pemeriksaan tekanan darah setiap dua tahun sekali. Sementara itu, mereka yang memiliki faktor risiko, yakni berusia di atas 40 tahun, memiliki kolesterol tinggi, obesitas, merokok, dan punya riwayat penyakit kardiovaskular di keluarga, disarankan mengukur tekanan darahnya setahun sekali.

Baca juga :
AMI Laporkan Dugaan Korupsi Pengadaan Ambulans di Dinkes Bekasi ke KPK
Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

hipertensi jantung kesehatan

Terpopuler

Senin, 13/07/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Inggris vs Argentina

Minggu, 12/07/2026 05:05 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Prancis vs Spanyol

Senin, 13/07/2026 04:04 WIB
Olahraga

Prediksi Starting XI Timnas Prancis vs Spanyol

Minggu, 12/07/2026 06:06 WIB
Gaya Hidup

12 Contoh Ucapan Hari Koperasi Indonesia 2026 yang Penuh Makna

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777