Ilustrasi - Mengapa Gen Z Susah Cari Kerja? Simak Penjelasan hingga Solusinya (Foto: Pexels/Polina Tankilevitch)
Jakarta, Jurnas.com - Meskipun terkenal sebagai generasi yang terampil dalam teknologi dan penuh potensi, Gen Z ternyata menghadapi tantangan besar dalam mencari pekerjaan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) seperti dikutip Antara, tingkat pengangguran terbuka di Indonesia pada 2024 masih didominasi oleh generasi muda, termasuk Gen Z.
Fenomena ini menunjukkan adanya ketidakseimbangan antara jumlah lulusan baru yang masuk ke pasar kerja dan terbatasnya jumlah lapangan pekerjaan yang tersedia. Lantas, apa penyebab utama mengapa Gen Z sulit mendapat pekerjaan? Berikut ulasannya.
Dengan bertambahnya jumlah lulusan baru setiap tahun, persaingan di pasar kerja menjadi semakin ketat. Perusahaan kini tidak hanya mencari kandidat dengan latar belakang pendidikan yang baik, tetapi juga yang memiliki pengalaman dan keterampilan yang relevan. Gen Z, yang baru memulai karier, sering kali kesulitan bersaing dengan generasi sebelumnya yang sudah lebih berpengalaman.
Menurut studi yang dilakukan oleh Holly Schroth, dosen senior di Haas School of Business, banyak anggota Gen Z lebih fokus pada kegiatan ekstrakurikuler selama di kampus daripada memperoleh pengalaman kerja yang relevan. Padahal, pengalaman langsung di dunia kerja sangat diperlukan untuk memenuhi tuntutan dan ekspektasi perusahaan. Tanpa pengalaman ini, Gen Z cenderung kesulitan beradaptasi saat memasuki dunia profesional.
Sebuah survei yang dilakukan oleh Intelligent, platform konsultasi pendidikan dan karier, menunjukkan bahwa satu dari enam perusahaan enggan merekrut Gen Z. Hal ini disebabkan oleh pandangan bahwa Gen Z cenderung mudah tersinggung dan merasa diri mereka lebih hebat daripada yang lain. Selain itu, etos kerja mereka sering dianggap lemah, dengan kesulitan dalam berkomunikasi, menerima umpan balik, dan menghadapi tantangan dunia kerja.
Meski Gen Z dikenal melek teknologi, perusahaan kini mencari kandidat dengan keterampilan digital yang lebih spesifik dan mendalam. Penguasaan teknologi yang bersifat umum saja tidak cukup untuk memenuhi ekspektasi perusahaan yang membutuhkan keterampilan lebih terperinci di berbagai bidang. Ini membuat banyak anggota Gen Z kesulitan bersaing dalam pasar kerja yang semakin mengutamakan keterampilan teknis.
Banyak anggota Gen Z memiliki ekspektasi tinggi terhadap pekerjaan mereka, seperti fleksibilitas, kesempatan untuk berkembang, dan budaya perusahaan yang sesuai dengan nilai pribadi. Namun, kenyataannya banyak perusahaan yang belum dapat memenuhi harapan ini, dan banyak lowongan yang tidak memenuhi kriteria tersebut. Akibatnya, meskipun ada kesempatan, banyak Gen Z yang merasa tidak cocok dengan posisi yang tersedia.
Jadi, tantangan yang dihadapi oleh Gen Z dalam mencari pekerjaan di 2024 tidak hanya disebabkan oleh ketidakseimbangan antara jumlah lulusan dan lapangan kerja, tetapi juga oleh faktor-faktor seperti kurangnya pengalaman, keterampilan yang tidak sesuai dengan kebutuhan pasar, dan ekspektasi yang tidak realistis. Namun, dengan mengasah keterampilan, memperluas jaringan, beradaptasi dengan dunia kerja, serta berani mengambil langkah untuk membuka bisnis sendiri, Gen Z dapat mengatasi kesulitan ini dan meraih kesuksesan dalam dunia kerja atau berwirausaha
Selasa, 12/05/2026 07:58 WIB