https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Pascatenggelam KMP Batumandi, Operasional Pelabuhan Merak Normal

Aliyudin Sofyan | Kamis, 22/10/2026 20:18 WIB



Pemasangan oil boom dilakukan untuk menahan penyebaran minyak dan meminimalkan risiko pencemaran di area tersebut. Kapal penyeberangan KMP Batumandi tenggelam pascaterbakar di perairan Cilegon, Banten. Foto: hubla/jurnas

MERAK, Jurnas – Kementerian Perhubungan bersama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan operasional penyeberangan di Pelabuhan Merak tetap berjalan normal pascatenggelamnya KMP Batumandi.

Pengaturan alur pelayaran dan pemantauan aktivitas kapal terus dilakukan untuk menjaga keselamatan pelayaran serta kelancaran akses keluar-masuk kapal di pelabuhan.

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten melakukan pengaturan alur pelayaran agar pergerakan kapal tetap lancar dan tidak mengganggu operasional pelabuhan.

Baca juga :
ASDP PAstikan Kawal Pemenuhan Hak Korban KMP Batumandi

“Saat ini, aktivitas pelayaran di alur tersebut berlangsung seperti biasa dan seluruh dermaga beroperasi sebagaimana mestinya. Vessel Traffic Service (VTS) Merak juga terus memantau aktivitas pelayaran di sekitar lokasi kejadian,” ujar Plt. Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Lollan Panjaitan melalui keterangannya, Kamis (22/10/2026).

 

Baca juga :
Ribuan Warga Yunani Unjuk Rasa Tuntut Dana Pendidikan

Penanganan Potensi Pencemaran Minyak

Selain memastikan kelancaran operasional pelabuhan, KSOP Kelas I Banten berkoordinasi dengan Pertamina, VTS Merak, dan Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PPLP) Kelas I Tanjung Priok untuk mengantisipasi potensi pencemaran minyak di sekitar lokasi tenggelamnya kapal, khususnya di perairan alur masuk Pelabuhan Merak.

Baca juga :
Prabowo Serahkan Kredit Rp53 Triliun untuk 2,1 Juta Debitur

“Sebagai langkah antisipasi, pemasangan oil boom dilakukan untuk menahan penyebaran minyak dan meminimalkan risiko pencemaran di area tersebut. Kegiatan ini melibatkan TB Rijaluta, RIB Cilegon, dan RIB Plaju,” kata Lollan.

KSOP Kelas I Banten bersama VTS Merak juga terus melakukan koordinasi dan pemantauan guna memastikan pergerakan kapal berlangsung dengan aman. Upaya ini dilakukan agar keselamatan pelayaran tetap terjaga dan pelayanan penyeberangan di Pelabuhan Merak dapat berjalan sebagaimana mestinya.

 

Rencana Operasi Salvage

Lebih lanjut Lollan menyatakan bahwa Direktorat Jenderal Perhubungan Laut telah berkoordinasi dengan PT ASDP Indonesia Ferry untuk mempersiapkan proses pengangkatan KMP Batumandi melalui operasi salvage.

“Saat ini, pembahasan lebih lanjut tengah dilakukan terkait rencana pelaksanaan operasi salvage, termasuk penunjukan perusahaan penyedia jasa salvage (salvor). Persiapan tersebut dilakukan agar proses pengangkatan kapal dapat segera dilaksanakan dengan memperhatikan aspek keselamatan, keamanan, serta kondisi perairan di sekitar lokasi kejadian,” jelasnya.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo menyampaikan bahwa ASDP turut mendukung pelaksanaan operasi pengangkatan guna menjaga kelancaran operasional di Pelabuhan Merak pascatenggelamnya KMP Batumandi.

“Kami mendukung langkah Kementerian Perhubungan dalam memastikan operasional penyeberangan tetap berjalan normal, termasuk pengamanan lokasi kapal, pemasangan buoy dan oil boom, serta persiapan operasi salvage. Seluruh tahapan penanganan kami persiapkan secara terukur bersama pihak berwenang dengan mengutamakan keselamatan dan keamanan pelayaran,” ujar Heru.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

KMP Batumandi Kapal tenggelam Lollan Panjaitan

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777