https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Belgia Kecam Serangan Pemukim Israel di Tepi Barat, Desak Sanksi Uni Eropa

Agus Mughni | Sabtu, 17/10/2026 23:42 WIB



Menlu Belgia mengecam keras serangan oleh pemukim Israel bertopeng terhadap warga Palestina, diplomat asing, dan perwakilan Katolik di Taybeh Anak-anak Palestina duduk di tepian tebing yang menghadap desa al-Mughayyir di Tepi Barat yang diduduki (Foto: AFP)

Jakarta, Jurnas.com - Menteri Luar Negeri Belgia Maxime Prevot mengecam keras serangan oleh pemukim Israel bertopeng terhadap warga Palestina, diplomat asing, dan perwakilan Katolik di Taybeh, wilayah Tepi Barat yang diduduki.

Belgia juga menegaskan akan terus mendorong Uni Eropa menjatuhkan sanksi terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kekerasan tersebut.

Dalam pernyataan yang disampaikan melalui platform X pada Sabtu (17/10), Prevot mengatakan serangan itu menyasar warga Palestina serta sejumlah perwakilan diplomatik, termasuk Konsul Jenderal Belgia dan diplomat Prancis serta Polandia.

Baca juga :
Inggris Perluas Sanksi Pemukiman Tepi Barat, Israel Balas Tutup Konsulat

Seorang wali kota asal Prancis juga dilaporkan mengalami penyerangan, sementara sebuah kendaraan Belgia mengalami kerusakan. Meski terjadi insiden tersebut, Prevot memastikan tim Belgia dalam keadaan aman.

“Saya mengecam sekeras-kerasnya serangan oleh pemukim bertopeng di Taybeh, Tepi Barat yang diduduki, terhadap warga Palestina, Konsul Jenderal kami, diplomat Prancis dan Polandia, serta perwakilan Katolik. Seorang wali kota Prancis diserang dan sebuah kendaraan Belgia dirusak. Tim kami aman,” kata Prevot.

Baca juga :
Belgia Kecam Serangan Houthi ke Saudi, Serukan Perlindungan Warga Sipil

Ia menyoroti bahwa warga Palestina menghadapi kekerasan semacam itu dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, jurnalis dan diplomat juga menjadi sasaran serangan ketika menjalankan tugas mereka.

“Memanen zaitun, melaporkan berita, atau menjalankan tugas diplomatik seharusnya tidak pernah membuat siapa pun menghadapi risiko serangan,” ujarnya.

Baca juga :
Tiga Tahun Perang Gaza, Lebih dari 74.200 Warga Palestina Tewas

Prevot meminta otoritas Israel, sebagai kekuatan pendudukan, mengambil langkah untuk melindungi warga Palestina serta menjamin keselamatan diplomat dan jurnalis. Ia juga mendesak agar pihak-pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut dibawa ke proses hukum.

“Impunitas bagi pemukim yang melakukan kekerasan harus diakhiri,” tegasnya.

Pernyataan itu menekankan tuntutan Belgia agar serangan terhadap warga sipil dan perwakilan asing tidak dibiarkan tanpa pertanggungjawaban. Namun, keterangan yang disampaikan Prevot tidak merinci identitas para pelaku ataupun perkembangan penyelidikan atas insiden di Taybeh.

Selain mengecam serangan tersebut, Prevot menegaskan Belgia akan terus memperjuangkan sanksi Uni Eropa terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kekerasan pemukim Israel, termasuk mereka yang mendukung tindakan tersebut.

Ia mengaitkan insiden di Taybeh dengan kebijakan permukiman Israel di wilayah Palestina yang diduduki. Belgia kembali menyatakan penolakan terhadap perluasan permukiman serta upaya memindahkan warga Palestina secara paksa dari tanah mereka.

“Pendudukan wilayah Palestina harus diakhiri,” kata Prevot. (*)

Sumber: Anadolu

 
Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Menlu Belgia Maxime Prevot Serangan Pemukim Israel Tepi Barat Warga Palestina

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777