https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

BEI Minta Investor untuk Rasional soal Keputusan Investasi

Untung Subagja | Jum'at, 16/10/2026 16:50 WIB



Para investor diimbau tidak terbawa arus pergerakan pasar dalam mengambil keputusan jual maupun beli saham Ilustrasi IHSG. (Foto: okezone.com)

Jakarta, Jurnas.com - Operator Pasar Modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) harapkan jika para investor tetap bersikap rasional dalam mengambil keputusan investasi.

“Untuk investor, sekali lagi, kalau kami dari bursa kan beberapa kali menyampaikan bahwa long-term view-nya dari investor itu harus lebih pada long-term orientation,” ujar Direktur Pengembangan BEI, Iding Pardi di Jakarta, Jumat (16/10/2026).

Para investor diimbau tidak terbawa arus pergerakan pasar dalam mengambil keputusan jual maupun beli saham, melainkan mendasarkan keputusan investasi pada kondisi fundamental perusahaan dan pasar.

Baca juga :
Pemerintah Umumkan Stok Pertalite Berkurang, Ini Sebabnya

Penurunan IHSG dapat menjadi momentum bagi investor untuk melihat lebih dalam kondisi fundamental pasar maupun perusahaan yang sahamnya diperdagangkan di bursa.

Menurutnya, pemahaman terhadap fundamental perusahaan menjadi salah satu pertimbangan penting bagi investor untuk menentukan strategi investasi, terutama ketika pasar saham mengalami tekanan.

Baca juga :
Maduro Sebut Dakwaan Baru AS Soal Kasus Penyiksaan Sebagai Fitnah

Selain itu, ia mengingatkan investor untuk tidak mengambil keputusan investasi hanya karena mengikuti tindakan investor lain atau merespons pergerakan harga saham dalam jangka pendek.

Dalam kesempatan ini, Iding menekankan pentingnya orientasi investasi jangka panjang agar investor dapat mengambil keputusan secara lebih terukur dengan mempertimbangkan kondisi dan prospek perusahaan.

Baca juga :
Liverpool Ungguli Chelsea dan MU dalam Perburuan Alex Scott

Dengan demikian, investor diharapkan tidak hanya berfokus pada fluktuasi IHSG, namun juga melakukan penilaian terhadap fundamental.

Data penutupan perdagangan sesi I di BEI pada Jumat (16/10), IHSG ditutup melemah 630,78 poin atau 10,76 persen ke posisi 5.233,00, yang mana IHSG mengalami trading halt selama 30 menit pada pembukaan perdagangan karena melemah 469,86 poin atau 8,01 persen ke posisi 5.393,92.

Anjloknya IHSG dipicu oleh pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI), penyedia indeks saham global, yang membuka konsultasi untuk mengubah klasifikasi pasar modal Indonesia dari Emerging Market ke Standalone Market.(ant)

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Bursa Efek Indonesia Investor Pasar Modal

Terkini | Sabtu, 17/10/2026 00:01 WIB

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777