Demonstran melakukan pawai untuk menunjukkan dukungan terhadap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro (Foto: Straits Times)
Jakarta, Jurnas.com - Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, pada Kamis (15/10) menyatakan diri tidak bersalah atas dakwaan baru dari Amerika Serikat (AS) terkait penyiksaan.
Pasangan tersebut dibawa ke pengadilan federal Manhattan untuk menghadapi dakwaan yang telah direvisi, yang menuduh mereka mengendalikan sistem kekerasan yang melakukan penyiksaan terhadap para korban, termasuk warga negara AS yang ditahan di Venezuela.
Di pengadilan, Maduro mengecam dakwaan terbaru tersebut sebagai "tuduhan palsu dan kesaksian palsu," sementara Flores mengatakan kepada hakim bahwa dirinya "sama sekali tidak bersalah".
Pasangan itu sebelumnya didakwa atas kasus perdagangan narkoba dan kejahatan senjata api. Mereka menyatakan diri tidak bersalah atas dakwaan tersebut.
Hakim menunda dimulainya persidangan selama dua pekan hingga 14 Juni 2027, akibat adanya dakwaan baru itu.
Pengacara Maduro telah berusaha agar kasus ini dibatalkan, dengan alasan bahwa kliennya adalah Presiden Venezuela yang sedang menjabat pada saat ditangkap, dan oleh karena itu berhak atas kekebalan dari yurisdiksi pidana asing.
Pada 3 Januari, pasukan khusus AS melancarkan operasi militer di Venezuela dan menangkap paksa Maduro beserta istrinya, lalu membawa mereka ke New York.
Pasangan tersebut telah ditahan di Pusat Penahanan Metropolitan di Brooklyn sejak ditangkap di Caracas.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Nicolas Maduro Presiden Venezuela Dakwaan AS






















