Arsip - Anak-anak Palestina bereaksi di kamp tenda yang melindungi orang-orang terlantar, di daerah Al-Mawasi, di Khan Younis, Jalur Gaza selatan, 2 Januari 2025. REUTERS
Jakarta, Jurnas.com - Khaled Quzmar, direktur eksekutif Palestinian Center for Child Rights memperingatkan kondisi yang semakin buruk yang alami anak-anak Palestina yang ditahan di penjara-penjara pendudukan Israel.
Peringatan itu muncul di tengah laporan yang mendokumentasikan penyiksaan, kelaparan, dan pengabaian medis, sementara organisasi HAM menghadapi kesulitan mengakses penjara-penjara untuk meninjau kondisi mereka.
Ketika berbicara kepada Voice of Palestine, Kamis (15/10), Quzmar mengatakan pasukan pendudukan Israel telah menahan lebih dari 2.000 anak sejak awal perang genosida, dengan sedikitnya 350 anak masih ditahan.
Ia juga memperingatkan dampak eskalasi serangan yang dilakukan pemukim dan pasukan pendudukan Israel terhadap anak-anak, terutama selama musim panen buah zaitun, di mana warga Palestina dihalangi mengakses lahan mereka dan menghadapi berbagai ancaman dan kekerasan.
Diketahui bahwa menurut data resmi, serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023 menyebabkan 1.221 orang tewas dan 251 orang disandera.
Sementara itu, operasi militer susulan oleh Israel di Jalur Gaza dilaporkan telah menewaskan lebih dari 74.300 orang menurut Kementerian Kesehatan Gaza.
Sumber: WAFA
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Anak Palestina Penjara Israel Israel Palestina






















