Ilustrasi - Kitab Suci Al-Qur`an (Foto: Pexels/uhumrea D)
Jakarta, Jurnas.com - Membaca Al-Qur`an merupakan salah satu amalan yang dianjurkan dalam Islam.
Selain menjadi pedoman hidup umat Muslim, membaca kitab suci secara rutin juga menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Salah satu kebiasaan yang dilakukan sebagian umat Islam adalah mengkhatamkan Al-Qur`an, yakni menyelesaikan bacaan dari Surah Al-Fatihah hingga Surah An-Nas.
Amalan ini dapat dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan, selama tetap menjaga ketepatan bacaan dan berusaha memahami kandungannya.
Membaca Al-Qur`an memiliki keutamaan besar, bahkan setiap huruf yang dibaca bernilai pahala. Hal ini dijelaskan dalam hadis Rasulullah SAW.
مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ، وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا
Artinya: "Barang siapa membaca satu huruf dari Kitab Allah, maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh kebaikan. (HR. Tirmidzi, no. 2910)
Hadis tersebut menjelaskan besarnya keutamaan membaca Al-Qur`an. Dengan membiasakan diri membaca secara rutin hingga khatam, seorang Muslim memiliki kesempatan untuk terus memperbanyak amal kebaikan.
Al-Qur`an diturunkan sebagai petunjuk bagi manusia. Membacanya secara berkelanjutan dapat membantu seorang Muslim mengenal ajaran Islam, memahami nilai-nilai kebaikan, serta menjadikannya pedoman dalam menjalani kehidupan.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 2:
ذٰلِكَ الْكِتٰبُ لَا رَيْبَ ۛ فِيْهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِيْنَ
Artinya: "Kitab (Al-Qur`an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa." (QS. Al-Baqarah: 2)
Ayat ini menunjukkan kedudukan Al-Qur`an sebagai petunjuk. Karena itu, kebiasaan mengkhatamkan Al-Qur`an sebaiknya tidak hanya berorientasi pada selesainya bacaan, tetapi juga disertai usaha memahami dan mengamalkan ajarannya.
Membaca Al-Qur`an juga dapat menjadi sarana untuk mengingat Allah SWT. Di tengah kesibukan dan berbagai persoalan hidup, meluangkan waktu untuk membaca serta merenungkan ayat-ayat-Nya dapat membantu seorang Muslim menata hati dan memperkuat keimanan.
Allah SWT berfirman dalam Surah Ar-Ra`d ayat 28:
اَلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُ
Artinya: "Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram." (QS. Ar-Ra`d: 28)
Ayat tersebut menerangkan ketenteraman hati melalui zikir kepada Allah. Membaca Al-Qur`an merupakan salah satu bentuk mengingat Allah yang dapat dilakukan secara rutin.
Kebiasaan mengkhatamkan Al-Qur`an dapat membantu membangun kedisiplinan dalam beribadah. Seseorang dapat menetapkan waktu khusus untuk membaca setiap hari agar interaksinya dengan Al-Qur`an tetap terjaga.
Namun, mengejar target khatam sebaiknya tidak membuat seseorang mengabaikan ketepatan bacaan atau terburu-buru hingga sulit memahami ayat yang dibaca. Membaca secara perlahan, mempelajari maknanya, dan berusaha mengamalkannya merupakan bagian penting dari hubungan seorang Muslim dengan Al-Qur`an.
Rasulullah SAW bersabda:
أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ
Artinya: "Amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang dilakukan secara terus-menerus meskipun sedikit." (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis tersebut mengajarkan pentingnya konsistensi dalam beramal. Karena itu, membaca beberapa halaman Al-Qur`an setiap hari secara rutin dapat menjadi kebiasaan baik yang membantu seseorang menyelesaikan bacaan secara bertahap.
Jum'at, 16/10/2026 23:05 WIB
Jum'at, 16/10/2026 20:42 WIB
Jum'at, 09/10/2026 13:05 WIB