Arsip - Serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, menewaskan 12 orang dan menyebabkan 309 lainnya terluka pada Sabtu (Foto: Anadolu)
Jakarta, Jurnas.com - Empat orang terluka dan 15 rumah mengalami kerusakan ringan setelah puing-puing dari dua rudal jelajah yang dapat dicegat jatuh di Riyadh, menurut pihak berwenang Arab Saudi pada Rabu dini hari.
Badan Pertahanan Sipil Arab Saudi menyatakan rudal tersebut diluncurkan oleh kelompok Houthi di Yaman dan dapat dicegat, Selasa (13/10). Serpihan rudal yang jatuh tersebut menyebabkan dua perempuan, seorang laki-laki, dan seorang anak terluka.
Prosedur darurat telah dilaksanakan setelah kejadian tersebut, tambah otoritas tersebut.
Dalam pengumuman terpisah, juru bicara koalisi pimpinan Arab Saudi, Turki al-Maliki, mengatakan pasukan koalisi dapat mencegat dan menghancurkan rudal jelajah lain di Al-Kharj, sebelah tenggara Riyadh.
Sementara itu, Kementerian Energi Arab Saudi menyatakan sebuah gedung administrasi milik Saudi Aramco di Dhahran, wilayah timur negara tersebut, menjadi sasaran serangan pada Selasa malam dan memicu kebakaran kecil.
Kementerian tersebut mengatakan tim tanggap darurat telah merespons insiden tersebut dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan, serta memastikan tidak ada laporan korban luka maupun korban jiwa.
Sebelumnya, Selasa pagi, koalisi pimpinan Arab Saudi menyatakan telah mencegat dan menghancurkan enam rudal dan pesawat nirawak (drone) yang diluncurkan kelompok Houthi ke arah kerajaan tersebut.
Al-Maliki mengatakan pasukan telah mencegat rudal yang mengarah ke Haradh dan Dhahran, sementara koalisi melaporkan adanya serpihan rudal yang jatuh di kawasan pemukiman di Dhahran.
Koalisi juga melaporkan telah mencegat rudal jelajah dan drone di wilayah Riyadh dan Arab Saudi sebelah selatan.
Sumber: Anadolu
Rabu, 14/10/2026 11:02 WIB
Jum'at, 09/10/2026 13:05 WIB
Selasa, 13/10/2026 14:15 WIB