Managing Director, Development Investment DDMF, Rachmat Kaimuddin, dalam acara peluncuran Indonesia Energy Strategy (IES) 2027 di Jakarta. (Foto: Antara)
Jakarta, Jurnas.com - Danantara Development Management Fund (DDMF) menegaskan komitmennya untuk berfokus pada investasi di sektor pembangunan nasional serta layanan publik yang memberikan dampak sosial dan ekonomi jangka panjang bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan oleh Managing Director, Development Investment DDMF, Rachmat Kaimuddin, dalam acara peluncuran Indonesia Economic Summit (IES) 2027 di Jakarta, Selasa. Menurutnya, karakteristik mandat DDMF memberikan keleluasaan untuk masuk ke dalam proyek-proyek dengan orientasi dampak jangka panjang, termasuk proyek yang memiliki imbal hasil (return) lebih rendah dibandingkan investasi komersial murni.
Empat Pilar Strategi Investasi DDMF
Dalam menjalankan mandatnya, DDMF mengandalkan empat pilar strategi utama, yaitu:
Peran Nyata di Berbagai Sektor Strategis
Pada pilar kedaulatan nasional, DDMF mengambil peran krusial dalam mewujudkan ketahanan energi domestik. Langkah ini dilakukan melalui peningkatan kapasitas produksi energi di dalam negeri serta mendorong pergeseran pola konsumsi masyarakat dari energi fosil menuju elektrifikasi.
Sementara itu, dalam pilar infrastruktur, DDMF siap mengambil bagian dalam proyek-proyek berskala besar seperti pembangunan perumahan rakyat hingga proyek perlindungan pesisir Tanggul Laut Raksasa (Giant Sea Wall).
"Kalau kita cerita coastal protection, itu perlindungan pesisir. Giant Sea Wall ini kan memang penting, dan itu kita akan kerjakan bareng-bareng tentunya," ujar Rachmat.
Melalui pilar hilirisasi dan industrialisasi, DDMF turut memegang peran penting dalam memastikan keberlanjutan program kendaraan bermotor listrik nasional. Fokusnya tidak hanya pada pemanfaatan kendaraan ramah lingkungan untuk menekan ketergantungan energi impor, tetapi juga membangun ekosistem industrinya secara utuh di dalam negeri.
“Program mobil listrik dan motor listrik nasional kan mengurangi penggunaan energi impor, ya. Tetapi kalau misalnya mobilnya, motornya, masih impor kan masih bergantung juga gitu. Kami ingin bikin industri,” tambah Rachmat.
Selasa, 13/10/2026 17:12 WIB
Selasa, 13/10/2026 16:48 WIB
Selasa, 13/10/2026 16:29 WIB
Jum'at, 09/10/2026 13:05 WIB
Selasa, 13/10/2026 14:15 WIB