Waketum Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tandjung. (Foto: Dok. Jurnas.com)
Jakarta, Jurnas.com - Dua kursi Fraksi Partai Golkar di DPR RI bakal segera berganti setelah Sarmuji dan Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendapat tugas baru di pemerintahan.
Sarmuji kini dipercaya sebagai Menteri Perindustrian, sedangkan Bamsoet menempati posisi sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Karena menduduki jabatan tersebut, keduanya tidak lagi bisa menjalankan tugas sebagai anggota DPR.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia Tandjung mengatakan partainya tengah menyiapkan proses administrasi pergantian kedua kader tersebut. Surat pengajuan PAW akan segera dikirimkan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU).
“Kami mengikuti prosedur yang diatur dalam mekanisme peraturan perundang-undangan. Dalam waktu dekat ini kami akan sampaikan surat ke KPU,” ujar Doli di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (5/10).
Doli menyebut pengisian kursi yang ditinggalkan Sarmuji dan Bamsoet tidak dilakukan berdasarkan keputusan internal semata. Mekanismenya mengacu pada perolehan suara calon anggota legislatif pada Pemilu 2024.
“Yang menggantikan adalah nama-nama yang kemarin memperoleh suara terbanyak berikutnya dari anggota-anggota DPR yang terpilih,” katanya.
Untuk kursi DPR dari Dapil Jawa Tengah VII yang sebelumnya ditempati Bamsoet, Golkar telah menentukan Subeno sebagai calon pengganti. Bamsoet tercatat memperoleh 80.468 suara pada Pemilu 2024, sedangkan Subeno mengumpulkan 11.515 suara.
Sementara itu, kursi Sarmuji dari Dapil Jawa Timur VI akan ditempati Heru Tjahjono. Dalam Pemilu 2024, Sarmuji memperoleh 183.045 suara dan Heru berada di urutan berikutnya dengan 90.569 suara.
Pergantian tersebut juga akan mengubah susunan pimpinan Fraksi Partai Golkar di DPR. Namun, hingga kini belum ada keputusan mengenai sosok yang akan menggantikan Sarmuji sebagai ketua fraksi.
Doli mengatakan persoalan tersebut masih menjadi kewenangan DPP Partai Golkar. Keputusan akhirnya akan menunggu pembahasan internal partai, termasuk arahan Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia.
“Kita tunggu saja,” ucapnya.
Sabtu, 26/09/2026 17:05 WIB