https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Kurang Amunisi, Ukraina Mulai Beralih Gunakan Ranjau Darat Rakitan

Muhammad Habib Saifullah | Selasa, 29/09/2026 16:05 WIB



Militer Ukraina saat ini dilaporkan mulai kehabisan pasokan ranjau darat buatan pabrik dan semakin sering menggunakan perangkat peledak rakitan. Prajurit Pasukan Militer Ukraina bertugas di wilayah Luhansk.(Foto: Anatolii Stepanov / AFP)

Jakarta, Jurnas.com - Militer Ukraina saat ini dilaporkan mulai kehabisan pasokan ranjau darat buatan pabrik dan semakin sering menggunakan perangkat peledak rakitan.

Hal tersebut disampaikan oleh seorang komandan penjinak ranjau dari Resimen Sistem Nirawak Terpisah ke-83 dari kelompok tempur Tsentr Rusia kepada kantor berita Sputnik.

"Mereka mengalami kekurangan besar amunisi standar, tetapi perangkat rakitan buatan sendiri, mengingat bantuan aktif yang mereka terima, terlihat cukup fungsional. Belum ada desain baru yang secara khusus membuktikan kemampuannya. Ranjau tekan untuk berbagai keperluan saat ini sangat umum digunakan, mulai dari jenis berdaya ledak tinggi, anti-personel, hingga tipe mekanis," ujar prajurit tersebut.

Baca juga :
Rusia Tangkap Agen Ukraina yang Berencana Ledakan Pipa Gas

Sebuah ranjau darat rakitan Ukraina biasanya terdiri dari selubung plastik hasil cetakan 3D yang diisi dengan bahan peledak serta mekanisme pemicu, lalu disamarkan sedemikian rupa agar menyatu dengan kondisi medan di sekitarnya.

"Ranjau rakitan yang bisa dikatakan menyerupai (ranjau) PTM-3, juga sangat populer di sana. Ini adalah ranjau kumulatif anti-bawah dan anti-lintasan dengan sensor target magnetik non-kontak," tambah prajurit itu.

Baca juga :
Putin: Elit Globalis Barat Jadi Biang Kerok Krisis Berdarah di Ukraina

Menurut prajurit dengan nama panggilan Skif tersebut, personel militer Rusia baru-baru ini juga mengamati adanya peningkatan penggunaan ranjau OZM-72 buatan Soviet yang dilengkapi dengan pemicu radar efek Doppler oleh angkatan bersenjata Ukraina.

Upaya menangkal ranjau jenis ini membutuhkan deteksi tepat waktu serta penghancuran dengan cara melepaskan tembakan dari tempat berlindung pada jarak yang aman.

Baca juga :
Putin Sebut Ukraina Kehilangan 12 Tentara Setiap Bulan
Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Perang Ukraina Ukraina Rusia Militer Ukraina Ranjau Rakitan

Terpopuler

Humanika

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777