https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Iran Tunggu Jawaban AS Soal Buka Selat Hormuz

Muhammad Habib Saifullah | Selasa, 29/09/2026 15:01 WIB



Iran memperkirakan akan menerima jawaban resmi pada hari Selasa dari Amerika Serikat (AS) atas usulan Teheran untuk membuka Selat Hormuz. Ilustrasi - Selat Hormuz (Foto: REUTERS)

Jakarta, Jurnas.com - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan pihaknya memperkirakan akan menerima jawaban resmi pada hari Selasa dari Amerika Serikat (AS) atas usulan Teheran untuk membuka Selat Hormuz.

Menurut laporan media pemerintah, para mediator asal Qatar "menyampaikan sejumlah gagasan, dan kami membahasnya".

"Mereka dijadwalkan untuk mengangkat masalah ini dengan pihak Amerika sekali lagi, setelah itu tanggapan akhir AS akan disampaikan kepada kami," kata Araghchi pada Senin malam (28/9).

Baca juga :
Inggris Selidiki Keterkaitan Iran dalam Insiden RAF Fairford

Diplomat tinggi Iran tersebut, yang saat ini berada di New York untuk menghadiri Sidang Majelis Umum PBB, mengatakan pihak Qatar berharap proses ini akan selesai besok.

"Fokus saat ini semata-mata pada Selat Hormuz, dan pembukaan kembali selat tersebut bergantung pada pemenuhan syarat-syarat tertentu yang telah kami sampaikan kepada pihak lain," tambahnya.

Baca juga :
Trump Klaim AS Bantu 20 Juta Barel Minyak Lewati Selat Hormuz

Selat Hormuz berada di pusaran konflik antara Amerika Serikat dan Iran, yang memanas sejak serangan AS dan Israel ke Iran pada akhir Februari lalu. Sebelum perang dimulai, rute pelayaran strategis tersebut mengangkut seperlima dari total minyak dan gas alam cair dunia.

Namun, Teheran memberlakukan blokade di Hormuz setelah konflik pecah, yang kemudian memicu Washington merespons dengan blokadenya sendiri terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Baca juga :
Iran Janji Balas Lebih Dahsyat jika AS Kembali Serang Teheran

Pekan lalu, berbagai diskusi telah diadakan di New York antara Araghchi dan utusan AS, Steve Witkoff serta Jared Kushner.

Sebagai prasyarat untuk mengakhiri blokadenya, Iran menuntut gencatan senjata selama tujuh hari di seluruh Timur Tengah, termasuk di Lebanon, tempat sekutunya yakni Hizbullah tengah bertempur melawan pasukan Israel.

Selain itu, Iran juga menuntut pencairan aset-asetnya di luar negeri, pencabutan sanksi terhadap sektor minyaknya, serta penghentian blokade laut oleh AS.

Sementara itu, lapor media pemerintah, kepala negosiator Iran Mohammad Bagher Ghalibaf pada Selasa (29/9) menegaskan bahwa jika keamanan negaranya tidak terjamin, maka tidak ada satu pun infrastruktur di kawasan tersebut yang aman dari serangan.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Konflik Timur Tengah Selat Hormuz Iran AS Amerika Serikat

Terpopuler

Humanika

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777