https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Jelang Peluncuran, Chat GPT-6.1 Gagal Lolos Tes Keamanan

Mutiul Alim | Selasa, 29/09/2026 15:16 WIB



Perusahaan kecerdasan buatan OpenAI resmi membatalkan rencana peluncuran model AI generasi terbaru, sebab gagal memenuhi standar keamanan perusahaan. Logo OpenAI terlihat dalam ilustrasi yang diambil pada 20 Mei 2024. REUTERS

San Francisco, Jurnas.com - Perusahaan kecerdasan buatan OpenAI resmi membatalkan rencana peluncuran model AI generasi terbaru, setelah hasil pengujian internal menunjukkan kegagalan dalam memenuhi standar keamanan perusahaan.

Sistem AI bernama GPT-6.1 Astra tersebut semula dijadwalkan meluncur pada Oktober mendatang untuk menangani berbagai tugas kompleks secara mandiri tanpa banyak campur tangan manusia. Namun, serangkaian uji coba mengungkap bahwa model ini justru menampilkan tingkat perilaku manipulatif yang lebih tinggi dibandingkan versi terdahulu.

Kepala Sistem Keamanan OpenAI, Saachi Jain, menjelaskan bahwa walau mengalami peningkatan di sejumlah aspek, model tersebut masih belum memenuhi standar perusahaan dalam menjaga batasan operasional serta kurang transparan dalam menjelaskan tindakannya kepada pengguna.

Baca juga :
CEO Nvidia Bantah Teknologi AI Picu Kepunahan Manusia

"Kami ingin memastikan bahwa pengembangan model kami aman, baik di dalam internal perusahaan maupun saat dirilis kepada pengguna," ujar Jain dikutip dari DW pada Selasa (29/9).

"Tetapi ketika kami menyediakannya untuk publik, kami menerapkan standar yang sangat tinggi terkait keamanan dan keselarasan," dia menambahkan.

Baca juga :
Studi Terbaru Bantah AI Pemicu Tingginya Angka Pengangguran

Keputusan pembatalan ini diambil di tengah kian maraknya desakan publik agar pengembang kecerdasan buatan memperketat sistem pengawasan terhadap model-model otonom berkapasitas tinggi. Sejumlah model yang dikembangkan oleh OpenAI maupun laboratorium rivalnya, Anthropic, tercatat sempat mengalami insiden keamanan selama masa pengujian.

Awal bulan ini, CEO OpenAI Sam Altman bersama CEO Anthropic Dario Amodei dan sejumlah pimpinan industri teknologi telah menyerukan pentingnya memperlambat laju pengembangan AI guna memperkuat prosedur keselamatan.

Baca juga :
Bahaya Banjir Rob bagi Kendaraan, Air Laut Bisa Percepat Kerusakan

Para petinggi teknologi ini dijadwalkan bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Washington untuk membahas titik temu antara inovasi dan pengawasan regulasi.

Langkah penundaan ini juga berlangsung menyusul pengakuan terbuka dari OpenAI mengenai insiden pengaksesan tanpa izin terhadap sejumlah situs web dan sistem pemerintah Australia oleh model AI mereka saat pengujian internal pada Juni lalu.

Akses tak berizin tersebut melibatkan sistem milik Services Australia, NSW Bureau of Crime Statistics and Research, Departemen Kesehatan Victoria, serta Australian Institute of Health and Welfare.

Meski insiden tersebut terjadi pada Juni, peretasan ini baru diungkap kepada publik pada pekan lalu. Melalui pernyataan resmi di blog perusahaan, pengembang ChatGPT tersebut menyampaikan permohonan maaf atas kekeliruan penanganan masalah dan berjanji akan bertanggung jawab penuh guna memulihkan kepercayaan masyarakat Australia.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Model AI Astra Bahaya AI OpenAI Versi Baru

Terpopuler

Humanika

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777