Warga Palestina membawa jenazah Nael Abu Obeid, seorang komandan Brigade Qassam di Rafah, sayap militer Hamas (Foto: AP Photo/Yousef Al Zanoun)
Jakarta, Jurnas.com - Sebuah serangan udara Israel menewaskan Izz el-Din al-Baik, seorang pemimpin sayap bersenjata Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas), di Jalur Gaza utara pada Selasa (29/9). Insiden ini dikonfirmasi langsung oleh sumber-sumber dari pihak Israel maupun Palestina.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Yisrael Katz menyatakan bahwa militer membunuh al-Baik karena keterlibatannya dalam merencanakan serangkaian serangan serta merekrut militan.
Para petugas medis dan sejumlah sumber di internal Hamas turut membenarkan kematian al-Baik akibat operasi militer Israel tersebut. Serangan mematikan ini dilaporkan secara spesifik menargetkan sebuah bangunan perumahan di lingkungan al-Nasser, Kota Gaza, pada waktu subuh.
Diberitakan sebelumnya bahwa Kekejaman genosida Israel yang terus berlangsung di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023 telah menewaskan 74.016 warga Palestina dan melukai 175.068 lainnya, kata berbagai sumber medis.
Jumlah warga Palestina yang tewas sejak gencatan senjata diberlakukan pada 11 Oktober 2025 bertambah menjadi 1.415 orang, dengan jumlah korban luka mencapai 4.953 orang.
Selama periode tersebut, sebanyak 834 jasad juga telah dievakuasi dari bawah reruntuhan.
Sejumlah korban juga dilaporkan masih terjebak di bawah reruntuhan dan di jalanan karena tim ambulans dan penyelamat kesulitan menjangkau mereka.
Sabtu, 26/09/2026 17:05 WIB