https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Ini Langkah BI Atasi Tekanan Dolar AS Terhadap Rupiah

Untung Subagja | Senin, 28/09/2026 17:05 WIB



Bank Indonesia akan memperluas penggunaan mata uang lain untuk mengurangi dominasi dolar AS dalam transaksi lintas negara Gedung Bank Indonesia (Wikipedia)

Jakarta, Jurnas.com - Salah satu solusi yang dilakukan Bank Indonesia (BI) untuk mengatasi tekanan Dolar Amerikas Serikat (AS) terhadap Rupiah dengan mendorong penggunaan mata uang lain dalam transaksi perdagangan dan investasi.

Bank Indonesia akan memperluas penggunaan mata uang lain untuk mengurangi dominasi dolar AS dalam transaksi lintas negara.

“Kita menghadapi tantangan global dengan dolar juga yang semakin meningkat, sehingga ini tentunya kita perlu melakukan diversifikasi dari mata uang valas lainnya dalam rangka mendukung kegiatan ekspor atau investasi di Indonesia,” kata Gubernur BI Destry Damayanti dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XI DPR RI, Senin (28/9/2026).

Baca juga :
3 Ayat Al-Qur`an tentang Allah Dekat dengan Hamba-Nya

Salah satu instrumen yang diperkuat adalah local currency transaction (LCT). Skema ini memungkinkan pelaku usaha melakukan transaksi perdagangan dan investasi menggunakan mata uang lokal Indonesia dan negara mitra tanpa harus selalu menggunakan dolar AS sebagai perantara.

Destry mengatakan, volume transaksi LCT terus meningkat. Namun, pertumbuhan tersebut belum sepenuhnya diikuti ketersediaan mata uang negara mitra yang memadai di pasar uang dan pasar valuta asing domestik.

Baca juga :
Polemik Ijazah Gibran, Cek Syarat Penyetaraan Ijazah di KBRI

Untuk itu, BI akan memperkuat ketersediaan renminbi dan yen di pasar domestik. Untuk mata uang China, penguatan likuiditas mencakup CNY dan CNH agar kebutuhan transaksi dengan mitra dagang dan investor dapat lebih mudah dipenuhi.

“Kami mulai terus mendorong penguatan untuk likuiditas, baik itu renminbi, CNH, CNY, dan juga untuk likuiditas yen,” kata Destry.

Baca juga :
Advokat Usul BPA Dikelola Gabungan Lembaga

Likuiditas mata uang yang lebih dalam dibutuhkan agar pelaku usaha dan investor memiliki lebih banyak pilihan dalam melakukan transaksi. Kebijakan ini juga diharapkan dapat mengurangi kebutuhan konversi transaksi melalui dolar AS.

Selain memperkuat penggunaan mata uang lokal, BI akan memperluas instrumen lindung nilai atau hedging. Instrumen ini digunakan untuk mengurangi risiko kerugian akibat perubahan nilai tukar, terutama bagi investor asing dan pelaku usaha yang memiliki transaksi dalam valuta asing.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Bank Indonesia Dolar AS Destry Damayanti

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777