Paus Leo XIV (Foto: Reuters)
Metz, Jurnas.com - Pemimpin Gereja Katolik Dunia, Paus Leo XIV, mendesak para juru runding perang di Eropa untuk lebih berani dalam mewujudkan kesepakatan damai. Imbauan tersebut disampaikan di kota Metz, Prancis timur laut, dalam sebuah rangkaian pertemuan pada Senin (28/9).
Paus pertama asal Amerika Serikat ini mengutuk kembalinya konflik bersenjata di benua Eropa yang terus menelan korban jiwa dari kalangan sipil setiap hari. "Perang telah kembali, bahkan ke Eropa. Pembantaian baru yang tidak masuk akal, yang merenggut nyawa warga sipil yang tak terhitung jumlahnya setiap hari," kata Paus dikutip dari Reuters.
Dalam pidatonya yang disampaikan menggunakan bahasa Prancis, Paus Leo XIV mengutip imbauan serupa dari Paus Benediktus XV pada tahun 1917 saat Perang Dunia I berlangsung. Guna menyudahi penderitaan akibat perang, Paus berusia 71 tahun tersebut meminta seluruh pihak terkait untuk mengedepankan keberanian diplomasi.
"Kita perlu menunjukkan keberanian dalam bernegosiasi dan bersedia mengorbankan beberapa posisi demi kebaikan perdamaian yang lebih besar," ujar dia.
Selain mendorong jalur negosiasi, Paus menolak keras anggapan bahwa peningkatan anggaran persenjataan merupakan jalan keluar utama. Belanja militer Eropa pada tahun 2025 mencatatkan lonjakan tertinggi sejak Perang Dingin akibat tekanan Presiden AS Donald Trump dan respon atas ketegangan dengan Rusia.
"Hari ini kita harus bertanya apakah kita benar-benar melakukan upaya kreatif untuk memajukan perdamaian dunia, atau apakah kita hanya berusaha `menahan gelombang perang` dan mempersiapkan diri dengan lebih baik untuk perang yang kita anggap masih akan datang," kata Paus.
Sebelumnya, Paus sempat memperingatkan bahwa Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) beserta badan multilateral lain tengah mengalami krisis, yang berisiko membuat dialog internasional sekadar formalitas.
Oleh karena itu, dia mengajak masyarakat Eropa untuk memegang teguh nilai pendirian Uni Eropa, seperti penegakan hukum dan kesetaraan hak tanpa membedakan ras, kelas, maupun latar belakang.
Di tengah menguatnya pengaruh kelompok kanan jauh di kawasan, Paus Leo XIV turut menyerukan pentingnya integrasi migran dan multikulturalisme. Dia mendorong penyediaan jalur imigrasi yang legal dan aman, serta peningkatan kerja sama global untuk memberantas praktik perdagangan manusia.
"Menyambut seseorang berarti mengintegrasikan mereka seolah-olah mereka adalah bagian dari keluarga sendiri, memberi mereka kesempatan untuk mengembangkan bakat, kemampuan, dan kepekaan mereka," Paus menambahkan.
Senin, 28/09/2026 21:21 WIB
Senin, 28/09/2026 21:01 WIB
Sabtu, 26/09/2026 17:05 WIB