Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov dalam konferensi pers Presiden Rusia Vladimir Putin setelah KTT Rusia-Afrika di Saint Petersburg, Rusia, 29 Juli 2023. Foto: via Reuters
Moskow, Jurnas.com - Rusia menyatakan bahwa Ukraina sedang menanggung konsekuensi atas rentetan serangan yang diluncurkan ke wilayahnya dalam beberapa bulan belakangan. Pihak Kremlin menegaskan kondisi tersebut akan terus berlangsung seiring langkah pemukulan terstruktur oleh pasukan Moskow terhadap berbagai sasaran di wilayah Ukraina.
Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menyampaikan hal tersebut saat merespons pertanyaan mengenai dampak aksi militer Ukraina terhadap posisi Moskow dalam perundingan damai.
"Ukraina harus membayar harga atas tindakan yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Inilah yang sedang terjadi sekarang. Angkatan bersenjata kami melanjutkan operasi militer khusus," kata Peskov dikutip dari Reuters pada Senin (28/9).
Sebelumnya pada Jumat lalu, Presiden Vladimir Putin mengutarakan bahwa Moskow sejatinya siap membuka kembali pintu negosiasi dengan Kyiv pascapemilihan umum parlemen Rusia pada September.
Namun, Putin menyesalkan tindakan Ukraina yang melancarkan gempuran besar ke Moskow saat pemungutan suara berlangsung, menyasar tempat pemungutan suara, serta menggelar serangan drone ke St. Petersburg saat forum ekonomi berlangsung pada Juni lalu.
Kendati demikian, Putin menyebutkan seluruh usulan penyelesaian konflik yang telah berjalan selama 4,5 tahun ini masih berada di meja perundingan. Dia menambahkan bahwa Moskow perlu terlebih dahulu mengevaluasi pilihan-pilihan yang paling sesuai dengan kepentingan terbaiknya.
Pada pekan lalu pula, sebuah serangan pesawat nirawak Rusia menghantam gedung bertingkat di pusat kota Kyiv pada Jumat pagi, menewaskan seorang anak dan melukai sedikitnya tujuh orang lainnya. Di saat yang sama, serangan terpisah di wilayah Odesa di bagian selatan Ukraina turut memakan korban jiwa.
Kepolisian setempat mengonfirmasi bahwa korban tewas di Kyiv adalah seorang remaja laki-laki berusia 14 tahun. Drone tersebut menghantam bangunan kediaman 16 lantai di Distrik Pechersk yang berada di kawasan pusat ibu kota.
Senin, 28/09/2026 21:21 WIB
Senin, 28/09/2026 21:01 WIB
Sabtu, 26/09/2026 17:05 WIB