https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Industri Kendaraan Listrik Harus Jadi Penggerak Ekonomi Nasional

Samrut Lellolsima | Kamis, 20/08/2026 15:27 WIB



Kita berharap produksi kendaraan listrik nasional akan terus meningkat baik secara kuantitas maupun kualitas agar merangsang masyarakat Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim. (Foto: Dok. Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim mendorong pemerintah memperkuat pengembangan industri kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) nasional guna mendukung dekarbonisasi sektor transportasi sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi dalam negeri.

Politikus PKB ini mengatakan pengembangan kendaraan listrik memiliki manfaat ganda, yakni mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM) dan mendorong pertumbuhan industri kendaraan listrik beserta infrastruktur pendukungnya.

Baca juga :
Berantas TPPO, Komisi XIII Buka Opsi Pembentukan Badan Khusus

Menurut dia, penggunaan kendaraan listrik juga berkontribusi terhadap perbaikan kualitas lingkungan karena tidak menghasilkan emisi gas buang saat beroperasi.

“Dari sisi lingkungan kendaraan listrik tidak menghasilkan gas buang pada pengoperasiannya. Emisi gas rumah kaca yang dihasilkan hanya berasal dari proses pembuatan komponen kendaraan dan bahan bakarnya, yakni listrik,” terang Chusnunia dalam keterangan resminya, Kamis (20/8).

Baca juga :
Komisi II Sebut Masukan Sekjen Parpol Jadi Bahan Pembahasan RUU Pemilu

Karena itu, dia berharap produksi kendaraan listrik nasional terus meningkat, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas, sehingga dapat mendorong masyarakat beralih dari kendaraan berbahan bakar fosil.

“Karenanya kita berharap produksi kendaraan listrik nasional akan terus meningkat baik secara kuantitas maupun kualitas agar merangsang masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik, apalagi Indonesia memiliki pasar yang besar,” katanya.

Baca juga :
Anggota DPR Minta Pemerintah Petakan Kebutuhan ASN di Sektor Esensial

Untuk mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik, Chusnunia meminta pemerintah memberikan kemudahan bagi industri dalam meningkatkan produksi secara massal.

Dia menilai dukungan kebijakan diperlukan agar produk kendaraan listrik nasional mampu bersaing dengan merek luar negeri, baik dari sisi harga maupun teknologi.

Menurut Chusnunia, kebijakan yang mendorong kemudahan masyarakat beralih ke kendaraan listrik juga akan memberikan kepastian bagi pelaku industri.

Kepastian tersebut, kata dia, dapat menjadi sinyal positif bagi produsen kendaraan, konsumen, maupun pelaku usaha yang mengembangkan infrastruktur pendukung kendaraan listrik.

“Data menunjukkan bahwa pasar kendaraan listrik di Indonesia semakin menggeliat yang ditunjukkan dengan pertumbuhan penjualan pada semester I-2026. Mobil elektrifikasi bukan lagi sekadar pilihan alternatif, melainkan mulai mengambil porsi besar dari pasar otomotif nasional,” ujar Chusnunia.

Dia mengatakan penguatan ekosistem kendaraan listrik harus dilakukan secara menyeluruh. Tidak hanya melalui peningkatan produksi kendaraan, tetapi juga dengan memperkuat teknologi, infrastruktur, serta kemampuan industri dalam negeri.

Langkah tersebut dinilai penting agar pertumbuhan industri kendaraan listrik tidak sekadar mendorong peralihan penggunaan kendaraan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi Indonesia.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meluncurkan Motor Listrik Nasional (MoLiNas) beserta ekosistem pendukungnya di fasilitas produksi ALVA di Cikarang, Bekasi.

Peluncuran tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah untuk mendorong mobilitas yang lebih terjangkau sekaligus memperkuat industri, teknologi, ketahanan energi, dan nilai tambah nasional.

Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, populasi kendaraan listrik di Indonesia mencapai 468.231 unit hingga sekitar April 2026.

Dari jumlah tersebut, kendaraan listrik roda dua menjadi kelompok terbesar dengan 242.909 unit, sedangkan kendaraan listrik roda empat penumpang tercatat sebanyak 223.100 unit.

 

 

 

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Warta DPR Komisi VII Chusnunia Chalim industri kendaraan listrik Kementerian Perindustrian

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777